Template Premium

Jurusan Robotik Asal Tokyo Pamerkan Jari Robotik Di Lapisi Sel Kulit Manusia

jari robot jepang
jari robotic buatan jepang

Di kancah dunia perfilman Hollywood, telah jauh menggambarkan bagaimana dunia robotik dimasa depan dengan segala kecanggihannya. Terminator jadi salah satu film yang melegenda, menampilkan banyak adegan perturangan antar robot. 

Kita bisa melihat bagaimana seorang Arnold Schwarzenegger mengambil peran sebagai robot dibekali tubuh dan badan mekanik, mampu bergerak, berfikir, dan mengambil keputusan layaknya "mesin hidup".

Walau pun semua adegan berada di ranah fiksi ilmiah, para ahli juga turut membantu dalam mewujudkan keberadaan robot canggih di dunia nyata.

Pada 2022 lalu para peneliti dari Universitas Tokyo memperkenalkan kecanggihan jari robotik buatan mereka, yang dilengkapi teknologi biohibrid seperti tutupan kulit manusia sungguhan.

Jari robotik ini hanya bagian dari program berkelanjutan yang diharapkan suatu hari kelak mampu membangun robot utuh, secara keseluruhan mirip manusia, meskipun tujuannya untuk aplikasi altruistik.

Shoji Takeuchi, seorang insinyur di bidang Biohibrid pada 9 juni 2022 di Matter,mengatakan "Robot tampak realistis mampu berinteraksi langsung dengan manusia secara natural dalam bidang industri dan layanan medis".

Untuk membungkus jari robotik ini, Shoji dan rekan-rekannya menggunakan campuran kolagen dan sel Fibroblas dermal yang merupakan sel kulit seorang manusia.

Saat campuran itu kering dan mengendap menutupi lapisan jari robotik, Shoji lanjut melapisinya dengan sel keratinosit manusia ke struktur jari robotic. Ini akan membentuk lapisan kulit bagian terluar atau biasa dikenal dengan sebutan Epidermis.

Menurutnya, jaringan kulit buatan ini punya struktur elastis dan sangat kuat untuk menyesuaikan gerakan robot. Selain itu, kulit buatan ini mampu memulihkan dirinya sendiri, layaknya regenerasi pada sel manusia.

Saat tim laboratorium membuat luka sayatan kecil pada bagian jari robot, kemudian menutup sayatan dengan perban kolagen, canggihnya, Fibroblas mengalami reaksi penggabungan dalam waktu 7 hari. Seakan tak ada sisa bekas sayatan pada kulit di jari robot, semuanya tampak utuh seperti semula.

Ritu Raman, insinyur MIT yang juga bereksperiment dengan komponen hidup mengatakan; " Ini merupakan pekerjaan yang sangat menarik, serta kemajuan yang terjadi dilapangan, bahan bilogi memang sangat menarik, karna mampu secara dinamis merasakan sekaligus menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Keinginan Ritu Raman ketika acara berlangsung, ia hanya ingin menyaksikan bagaimana kulit buatan canggih ini bekerja pada sel saraf, sehingga membuat  robot peka terhadap berbagai maca situasi di sekitarnya.

Hadirnya teknologi kulit robot ini juga menambah biaya yang cukup besar, di tambah biaya perawatan yang terbilang cukup kompleks. Ketika sebuah robot dikenakan pembungkus kulit buatan ini, agar awet dan tahan lama, kulit ini harus sering di bersihkan dan di cuci dalam campuran zat khusus. 

Metode perawatan super mewah hanya untuk bagian luar sebuah robot.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Jurusan Robotik Asal Tokyo Pamerkan Jari Robotik Di Lapisi Sel Kulit Manusia"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel