Template Premium

7 Tipe Jembatan Yang Ada Di Dunia

Jembatan merupakan prasarana transportasi yang sangat umum digunakan dan dimanfaatkan untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain. Alasan dibangunnya disebabkan beberapa faktor; karna adanya sungai, rawa, dan jurang. Namun pada kondisi tertentu mengharuskan dibangunnya jembatan, semisalnya; pada pemukiman padat penduduk.

Salah satu fakta yang membuat jembatan unik antar satu dengan yang lainnya, datang dari model desainnya, ini lah yang jadi alasan mengapa jembatan sering dijadikan tempat pilihan berpose dan secara tak langsung destinasi wisata, meskipun tak semua, hanya beberapa diantaranya yang punya daya tarik dan keunikannya sendiri.

Desain jembatan yang sedemikian rupa kompleks dibuat berdasarkan banyak faktor penentu, namun ada 7 tipe jembatan yang paling umum di dunia :

Jembatan Balok Kayu(Beam Bridge)

jenis jembatan kayu
Jembatan kayu

Jembatan balok kayu adalah yang paling awal dan sederhana, pembangunannya tak butuh waktu lama. Pada dasarnya bagian atas terdiri dari susunan log dan papan kayu. Pada bagian pondasi terdapat kayu melintang sebagai dukungan stabilitas tambahan, pengunci konstuksi antar satu sisi dengan sisi bersebrangan.

Jembatan Lengkung

jembatan tipe lengkung
Jembatan lengkung

Terdapat beberapa macam jembatan lengkung,  namun keseluruhan punya komponen utama yang sama persis. Setiap jembatan yang biasa kita lihat memiliki struktur atbument, fungsinya adalah untuk menopang struktur yang berbentuk melengkung di bagian bawah jembatan. 

Penekanan lateral yang diterima sepanjang lengkungan ditransfer ke abutment penopang. Tak sedikit Jembatan lengkung yang di bangun dengan konstruksi batu bata ornamental sebagai sisi integral , pembentuk kedua sisi yang saling bersebrangan. Kelihatan lebih sederhana, tapi tetap lebih efisien dalam menopang beban seperti rel dan pejalan kaki.

Jembatan Suspensi

suspension bridge
Jembatan Suspensi

Jembatan suspensi atau jembatan gantung memanfaatkan kekuatan dari kabel suspensi sebagai penahan beban, di pasang pada bagian tepi, di hubungkan pada tiang menara. Jumlah kabel disesuaikan dengan beban jembatan dan beban tambahan; ini berupa manusia, kendaraan dan tiupan angin pada bagian sisi. Setiap susunan kabel suspensi akan membentuk struktur penopang dan kunci kestabilan jembatan. 

Jembatan Rangka Batang ( Truss Bridge )

tipe jembatan di dunia
jembatan truss

Jembatan rangka batang atau truss, punya bentuk sederhana tetapi semua strukturnya tersusun atas elemen segi tiga. Elemen segitiga ini punya peran krusial dalam kekuatan jembatan, mampu menyerap tegangan dan kompresi yang muncul akibat beban. Struktur ini di anggap mampu menahan beban dinamis bahkan pada kondisi cuaca dengan angin kencang.

Jembatan lengkung terikat ( Tied Arch )

jenis jenis jembatan di dunia
Jembatan lengkung terikat


Keunikan dari jembatan tipe Tied Arch datang dari struktur lengkungannya yang mirip busur. Desain ini dikenal juga dengan istilah bowstring-arch atau bowstring-girder bridge. Dari bentuk khasnya, prinsip kerja penopang jembatan ini sama dengan tali busur panah, beban vertikal akan di transfer ke bagian lengkungan. 

Tali yang berjajar bertikal dengan jarak tertentu di sepanjang lengkungan busur akan menyerap tekanan yang di timbulkan oleh beban, baik itu beban awal material jembatan maupun yang bergerak di bagian dek.

Jembatan Cable Stayed

jembatan kabel stayed
jembatan cable stayed

Dari kejauhan, penampakan Jembatan tipe ini sekilas berbentuk kipas karna adanya susunan kabel dari kedua sisi, yang terhubung ke tiang menara tepat di tengah jembatan. Strukturnya terdiri dari rangka dan gelagar baja. 

Konstruksinya mirip dengan jembatan Drybrugh Abbey Footbridge di Skolandia, dibangun pada tahun 1817. 

Kelebihan yang di tawarkan jembatan ini datang dari gabungan banyak kabel dan bagian dek yang dibangun dari beton prategang

Jembatan Kantilever

jembatan katilever
jembatan Kantilever


Nama Kantilever di sematkan berdasarkan sebuah sistem balok, dimana pengecoran dikerjakan dilokasi pembangunan, dikenal juga dengan istilah  cast insitu. Kantilever di bentuk dari baja struktural, beberapa menggunakan beton pra-tekan.

Semua beban akan tertumpu pada bresing diagonal bersamaan balok horizontal, dimana pada sisi berlawanan terdapat bresing vertikal. Pada sistem Kantiveler terdapat kabel prestress yang berfungsi sebagai penahan beban permanen. 

Kesimpulan 

Dari ke 7 tipe jembatan diatas, yang paling banyak memakan biaya dalam proses pembangunannya adalah bertipe suspensi. Alasan tipe ini lebih mahal karna umumnya ia di bangun untuk menjangkau jarak yang lebih jauh. Contohnya; Jembatan Canakkale 1915, sebagai yang terpanjang, kurang lebih 4,6 km, menghubungkan daratan Eropa dan Asia.

Sedangkan untuk yang terkuat datang dari tipe Truss atau rangka batang. Sumber kekuatan dari tipe ini berasal dari pondasi dan struktur segitiganya.

Selama berabad-abad jembatan selalu mengalami berbagai perubahan terkait dengan desainnya, semakin mengutamakan nilai estetik,  namun tetap mempertahankan fungsi dari setiap strukturnya. 
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "7 Tipe Jembatan Yang Ada Di Dunia"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel