Menerima Contributor dan Content Placement >Kontak profil atau ke email : kombatseries@gmail.com

Mitos Tantalus : Kisah Keakraban Manusia dan Dewa Yang Berakhir Tragis

mitos yunani manusia dan dewa
Mitos Yunani Kuno Tantalus

Pada masa Yunani Kuno, mitos-mitos yang menceritakan hubungan antara Dewa dan Dewi adalah kisah yang cukup menghibur banyak orang sekaligus sakral yang telah disampaikan turun temurun hingga sekarang. Tak hanya itu, bahkan mitos Tantalus menghadirkan sisi lain hubungan manusia dengan Dewa sudah seperti sahabat karib, seperti tanpa batasan, meski begitu , tapi mereka tetap berbeda.

Mitos Tantalus merupakan mitos yang dikenal cukup baik di antara kalangan orang Yunani Kuno, berkisah tentang hukuman Tantalus oleh para Dewa dan itu terkait dengan banyak mitos lain dalam mitologi Yunani yang mengacu pada kejahatan yang dilakukan para pahlawan kesatria, atas kejahatannya mereka di hukum para dewa.

Dalam mitosnya Tantalus di ceritakan tinggal di kedalaman Tartarus, tempat ini seperti penjara bagi orang-orang yang melakukan kejahatan.

Para Dewa telah menghukum Tantalus dengan hukuman abadi, seperti yang di alami Sisyphus, ia harus berdiri di depan danau dengan buah-buahan segar di sekitarnya, namun ia hanya bisa melihat dari kejauhan tanpa bisa melakukan apa-apa.

Silsilah Tantalus

Ia adalah anak dari pasangan Dewa Zeus dan Dewi Pluto. Ketika menikah dengan Dione, Tantalus memiliki 3 anak dengan masing-masing mereka bernama Niobe, Pelops dan Broteas.

Anak Tantalus bernama Niobe menikahi Amphion seorang raja Thebe, namun ia terlalu menyombongkan diri atas apa yang ia punya, melakukan penghinaan terhadap ibu Dewa Apollo dan Artemis bernama Leto.

Atas hinaannya itu, Leto mengadu kepada kedua anaknya Dewa Apollo dan Artemis, Niobe harus merelakan ke 12 anaknya meninggal, sebuah penyesalan yang membuatnya menangis sejadi jadi sampai akhirnya tangisan itu berhenti ketika Syprus merubahnya menjadi batu.

Dan salah satu anak Tantalus bernama Broteas harus berakhir tragis karna memaksa Dewi Artemis menghormatinya dengan perlakuan yang sangat tidak sewajarnya. Kebodohannya membuatnya terpanggang di atas api menyala ketika ia berusaha menyakinkan bahwa tubuhnya kebal api, ia masuk ke kobaran api, kemudian Broteas harus mati karna perbuatan bodohnya itu.

Keakraban dan Kejahatannya Kepada Para Dewa

Tantalus cukup akrab dengan para Dewa, terutama dewa Zeus, sehingga ia sering di undang pada perjamuan makan malam ke Olympus. Namun dibalik keakrabannya itu, Tantalus sering melakukan tindakan tidak manusiawi kepada para Dewa.

Pada suatu malam ketika ia di undang ke dalam acara makan malam mewah, Tantalus diam-diam mencuri dan membawa pergi Ambrosia dan Nektar dari Olympus. Ia juga membongkar rahasia Dewa Zeus dan menceritakan rahasia yang tidak seharusnya di ketahui manusia lain. Entah ia yang ingin menguji para Dewa atau bagaimana, ketika ia secara sadar diam-diam mencuri hewan pliharaan Zeus yaitu anjing emas. 

Kisah perbuatan jahatnya kepada para dewa tidak sampai disitu saja, seakan tak memiliki hati nurani kepada anaknya sendiri dan para dewa, saat mengundang semua dewa Olympus untuk menghadiri pesta makan malam, dia mengorbankan putranya bernama Pelops dan menyajikannya kepada para Dewa. Namun tindakan kejinya itu di ketahui, hampir semua Dewa menolak memakan hidangan yang ia masak, hanya satu dewa yang memakan hidangan itu, yaitu Dementer. 

perbuatan Tantalus sudah di luar batas, sehingga membuat para Dewa murka, ia di hukum berat oleh Zeus termasuk semua kehidupan yang pernah ia bangun. Murka para Dewa telah membuat Tantalus menerima hukuman abadi, ia di lempar ke dalam Tartarus, disana ada danau dan berbagai macam buah-buahan segar yang siap dimakan. Tapi semuanya akan menjauh saat Tantalus hendak memakannya, begitu pun danau didepannya. Hukuman itu membuat Tantalus harus menderita kehausan dan kelaparan.

Dewi Athena Pejuang Kebijaksanaan

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Mitos Tantalus : Kisah Keakraban Manusia dan Dewa Yang Berakhir Tragis"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel