Template Premium

Mengenal Sosok NAGA: MONSTER Mengerikan Dalam MITOLOGI DUNIA

apakah naga eksis di dunia nyata
Naga Hewan Buas Mitologi Populer 

Naga istilah yang merujuk pada monster besar mirip reptil bersisik yang sering muncul di banyak mitos budaya kuno, dengan tubuh dan kekuatan super powernya, naga menjadi monster yang sangat ditakuti di antara monster-monster lain yang eksis pada zamannya. 

Sering dianggap sakral, mereka dikenal sebagai penguasa disuatu daerah, lautan, pegunungan, dan penunggu hutan-hutan rindang di suatu lembah. 

Mengenal Sosok Naga 

Mahluk naga punya sejarah panjang dalam berbagai kisahnya, tak hanya ada di mitos-mitos eropa, di asia naga ini lebih identik dengan ular besar bertanduk, dengan beberapa pasang kaki menjuntai keluar dari bagian tubuhnya. 

Berbeda dengan mitos-mitos eropa yang menggambarkan naga seperti seekor kadal bersayap, nafas yang berat mengeluarkan asap, saat menyerang, naga mengeluarkan semburan api yang panjangnya bisa ratusan meter kedepan. 

Sosok naga di gambarkan dalam wujud hewan raksasa mengerikan, tak jarang mereka dijadikan tokoh sentral antagonis dalam mitos.

Dalam prespektif modern tentang naga, awalnya naga hanyalah peruwujudan dari ular raksasa dengan sifat menakutkan yang dapat menimbulkan kerusakan dasyat karna hadirnya.Sifatnya itu telah tersirat dari sebutan di dalam mitologi barat," drakon" artinya ular besar atau ular lautan.

Namun tak selamanya mereka hadir dengan peran jahat, ini dibuktikan pada kisah-kisah mitologi Tiongkok, dimana naga lebih ke jelmaan dewi dan para dewa, punya sifat bijaksana dan berpengetahuan layaknya manusia. 

Awal Mula Munculnya Mitos Naga

Darimana naga berasal mungkin masih menjadi misteri, tak ada yang benar-benar mampu membuktikan akan keberadaan mahluk buas yang satu ini. Namun beberapa teori ini mungkin mampu sedikit menjelaskan asal usulnya. 

Salah satunya yaitu naga terinspirasi dari makhluk pada zaman purba seperti dinosaurus, kehidupan yang ditemukan pada sisa sisa fosil. Tak sedikit juga para filsuf yang percaya bahwa ular raksasa ini di ciptakan hanya sebuah penggambaran dari kekuatan besar.

Sosok naga dalam budaya kuno telah ada sejak zaman peradaban tertua Mesopotamia, Naga yang dikenal Sirrush atau Mushussu merupakan sosok Mahluk yang dipercaya tinggal dan menetap di istana Babilonia, ia adalah pelayanan bagi para dewa. 

Evolusi Naga Dalam Mitologi

Dalam budaya awal, naga dipandang sebagai hewan purba, berusia ribuan tahun ,tak ada monster lain yang mampu mengalahkannya sehingga ia tak jarang juga disebut sebagai mahluk abadi. Keyakinan suatu daerah seringkali dipengaruhi oleh letak geografis. 

Budaya timur mengenal sosok naga sebagai jelmaan para dewa dewi, berakhlak, punya pengetahuan, punya kekuatan air dan api. Selain itu, naga dijadikan sebagai harapan, penjaga kedamaian, penangkal kejahatan yang sifatnya merusak.

Budaya barat sebaliknya, naga disebut sebagai sumber kekacauan dan kejahatan, dimana lokasi naga itu eksis, maka ada potensi kerusakan besar yang akan terjadi.

Pada abad pertengahan, Budaya barat dan timur, sosok naga di gambarkan tidak memiliki sayap, namun seiring berjalannya waktu, orang-orang eropa mengubah perspektif naga dari sudut pandang berbeda, sehingga naga hadir memiliki dua sayap, sedangkan budaya timur masih tetap melanjutnya kepercayaan mereka; naga mirip ular besar yang bisa terbang tanpa sayap.

Mitos Terkait dengan Naga

Ada banyak sekali mitos mengisahkan mahluk mengerikan ini, diperkirakan juga bahwa naga dari dunia Timur punya kemampuan merubah bentuk ke bentuk mahluk lain seperti manusia. Faktanya; naga di budaya timur sering merubah wujudnya ke bentuk pria perkasa dan bidadari cantik. 

Jelmaan-jelmaan seperti ini sangat sering di didengar diberbagai kisah mitologi timur. Tak hanya terjadi pada naga, bahkan mahluk-mahluk aneh, seperti hewan raksasa lainnya masih diceritakan sebagai jelmaan dari para kesatria maupun dewa dewi.

Apep

Wujud Apep digambarkan sebagai ular raksasa, ia salah satu sosok musuh abadi dan terbesar dewa matahari, Ra. tak sedikit gambarannya ditemukan pada mitlogi mesir dan agama mesir kuni.

Selain dikenal sebagai dewa jahat yang mewujudkan kekacauan dan kehancuran, dia juga salah satu simbol terpenting dalam budaya Mesir Kuno. Tales of Apep menggambarkannya sosok ini sebagai makhluk dengan ukuran yang amat besar sekitar 16 yard.

Berbagai kisah mitologi mengaitkan Apep dengan dunia bawah tanah. Dalam kisahnya matahari terbenam saat malam kemudian terbit saat fajar, menandakan saat-saat Ra melakukan perjalanan untuk berperang melawan Apep dalam misi melindungi orang-orang dibumi. Kisah lain menggambarkan badai pasir sebagai pertanda terjadinya pertarungan dasyat antara set dan apep.

Hydra 

Ia adalah sosok ular dengan banyak kepala, konon dalam mitos ia hidup di sebuah danau terpencil bernama Lerna, yang di percaya sebagai gerbang penghubung dunia bawah dan dunia atas. 

Hydra salah satu sosok mahluk abadi dalam mitologi, karna kemampuan regenerasi, saat salah satu kepalanya di penggal, kepala ini akan muncul dan pulih kembali normal. 

Namun ketika Hercules muncul sebagai pahlawan, ia berhasil memenggal kepala Hydra yang abadi, darah yang sudah terlalu banyak bercucuran membuatnya tak mampu lagi memulihkan lukanya, kemudian Hercules yang berhasil mengalahkan Hydra ,mengubur bagian kepalanya ke dalam tanah.

Leviatan

Raksasa Leviathan adalah salah satu ular super raksasa paling populer di kisahkan dalam mitologi modern, panjangnya membentang 300 mil jauhnya, sisik-sisiknya berlapis baja, sinar terang akan muncul dari kedua bola mata, suara gemuruhnya dapat menghasilkan gempa dasyat dan api dari mulut.

Kisah dari sudut pandang lain, Leviatan terdiri dari sosok ular besar pria dan wanita, mereka eksis di awal penciptaan, namun apa yang di timbulkan karna eksistensinya, sosok Leviatan wanita menjadi ancaman atas keberlangsungan kehidupan dan harus di musnahkan selamanya 

Typhon

Ibu Zeus yang di hantui rasa bersalah ketika ia harus memutuskan menurunkan kekuasaan sang ayah,  ia mengadirkan sosok Typhon sebagai Hewan ular raksasa, ular ini ditugaskan untuk menyerang Gunung Olympus sebagai rumah para Dewa Yunani. Kekuatan Typhon tak mampu di redam oleh satu dewa, sampai-sampai Zeus sendiri meminta bantuan pada dewa lain untuk membantunya mengalahkan Typhon.

Naga Modern Merupakan Personifikasi

Memasuki awal abad pertengahan, kisah-kisah naga yang masih meninspirasi zaman modern sekarang datang dari cerita dan legenda dimasa Yunani Romawi dan legenda Eropa Barat. 

Penggambaran naga terus bertransformasi selama berbad-abad mulai dari abad ke sebelas sampai tiga belas, sekitar 300 tahun lamanya.

Namun diantara kisah-kisah tersebut, ada yang diangkat dari personifikasi sebuah kejadian, seperti Penaklukan inggris ke Wales dilambangkan sebagai naga putih dan merah. 

Dalam kisahnya, seorang Merlin memberikan pesan peringatan, ia memberitahukan kepada Vortigen, sosok panglima perang di abad ke 12, bahwa usahanya untuk mendirikan tembok dan menara di dataran gunung Snowdon untuk bertahan dari serangan musuh Anglo Saxon adalah usaha yang sia-sia.

Karna pada bagian dasar pondasi, terdapat dua ekor naga yang sedang bersitirahat. Saat Vortigen dan para kru mencoba mendirikan menara dan tembok, yang awalnya berdiri kokoh, tiba-tiba tanah bagian bawah mulai turun, seketika membuat menara yang telah dibangun roboh.

Sosok Nanabolele Dalam Kisah Thakane Mitologi Afrika

Dari yang selama ini di ceritakan, sosok ular besar sering kita dengar dari budaya Asia dan Eropa, namun siapa sangka ternyata dalam Mitologi Afrika, naga juga jadi sosok menakutkan sebagai antagonis dalam kisah Thakane.

Thakane adalah seorang kepala suku yatim piatu, dari kecil hingga dewasa ia di besarkan tanpa sosok kedua orang tua.

Saat Dewasa, Thakane bersama saudaranya memutuskan untuk bergabung sebagai prajurit. Ketika akan lulus dari camp pelatihan, Thakane menyiapkan perlengkapan perisai dan baju berbahan kulit hewan buas, namun saudaranya yang tak puas dengan perlengkapan itu, memutuskan untuk berburu Nanabolele, sosok naga penghuni laut.

Dalam Mitologi Basotho, Nanabolele adalah hewan ular raksasa lekat dengan unsur kekuatan gaib disana. Saat ia muncul menampakan diri, wujud Nanabolele berupa ular besar bersinar dari kepala, mata sampai ekor. Kemunculannya diikuti dengan kepulan awan dan asap merah yang keluar secara tiba-tiba.

Menurut Mitosnya, berburu mahkluk raksasa ini sama dengan misi bunuh diri, 
hewan ini benar-benar kuat, namun dalam perburuan Thakane bersaudara, keduanya jadi salah satu yang beruntung, karna Nanabolele sedang tertidur pulas di sarangnya.

Naga Terinspirasi Langsung Dari Mahluk Di Kehidupan Nyata

Salah satu hal mendasar yang akhirnya memuncul mitos naga adalah hewan yang menginspirasi naga itu sendiri. Ketika para ahli menggali lebih jauh kisah Thakane, mereka mendapatkan fakta baru, bahwa naga air dengan sebutan Nanabolele merujuk pada sosok seekor buaya. 

Bahkan pengamatan ini di dasari letak geografis Afrika yang memiliki sungai terpanjang di dunia yaitu sungai Nil dengan berbagai hewan buas penghuninya,seperti buaya dan Kuda Nil.

Fosil Dinosurus Menginspirasi Adanya Naga

Pada zaman kuno tak ada alat yang dapat mengidentifikasi fosil-fosil purba, Penemuan fosil-fosil berukuran raksasa mungkin di anggap sebagai sesuatu yang tak biasa, pasalnya pengetahuan pada zaman kuno bisa dibilang terbatas, masih kental dipengaruhi cerita urban legend dan mitos-mitos para dewa, sehingga menimbulkan imajinasi yang dikaitkan dengan pengetahuan pada zamannya. 

Tak menutup kemungkinan fosil yang dianggap tak wajar ini di banjiri banyak opini, ada yang mengenalnya sebagai hewan pliharaan para dewa, sebagian mungkin menyebutnya sebagai Naga.

Sosok Mahluk Naga Dalam Mitologi  Jawa 

Yang penasaran dengan kisah terkait Naga di indonesia datang dari Mitologi Jawa. Penggambaran naga ini tidak jauh berbeda dengan Tiongkok, tubuh mirip ular raksasa, perbedaannya hanya pada bagian kepala, dimana Naga dalam mitologi jawa di lengkapi mahkota dan ia tanpa kaki. Sosok naga ini dimelambangkan penjaga sebagai pelindung. 

Apakah Naga Benar Ada ?

Tak pernah ada bukti penelitian yang menunjukan, bahwa sosok naga yang di gambarkan dalam urban legend dan mitologi itu benar-benar ada. Naga hanya lah mahluk mitologi populer karna penampilan dan kemampuannya selalu digambarkan sebagai monster dengan kekuatan dasyat.

Terlepas dari itu semua, sosok naga sering dijadikan sebagai personifikasi dalam menggambarkan suatu kekuatan besar secara umum. Namun dalam tradisi Tiongkok, naga menyimbolkan keberanian, keberuntungan, dan kemakmuran.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Mengenal Sosok NAGA: MONSTER Mengerikan Dalam MITOLOGI DUNIA "

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel