Menerima Contributor dan Content Placement >Kontak profil atau ke email : kombatseries@gmail.com

Mahluk Mitologi Ter-Absurd, PEGASUS : Kuda Terbang Pelayan Para Kesatria & Dewa

mahluk aneh dalam mitologi yunani
Kisah Mitologi Yunani PEGASUS


Pegasus kuda bersayap dalam Mitologi Yunani- hadir dalam beberapa kisah paling menarik pada zamannya. 

Dimasa sekarang, ia masih sering di jumpai dalam berbagai macam karya seni. Penggambarannya selalu identik dengan kuda putih bersayap, mahluk aneh yang hanya bisa ditemukan dalam kisah-kisah mitologi yunani.

Ia adalah salah satu mahluk Mitologi yang lumayan aneh dan tak biasa selain putri duyung dan para kerabat Centaur. Hampir semua penampakan mahluk aneh dalam mitos Yunani selalu tampil menyeramkan bagi anak-anak, justru apa yang terjadi pada Pegasus malah sebalik. 

Etimologi Nama Pegasus

Dalam Etimologinya, nama Pegasus selalu di kaitkan dengan makna "Mata air", karna dimana pun jejak kakinya menapak, hentakan kakinya dapat memunculkan mata air dari dalam tanah. 

Seorang Penyair bernama Hesoid menceritakan Pegasus yang ditemukan oleh Bellerofon sedang asik minum disebuah mata air, Hesoid menambahkan Pegasus adalah mahluk pembawa Petir dari dewa Zeus.  

Pelayan Setia Dewa Zeus

Dari lahir hingga kematiannya, Pegasus tetap menjadi makhluk misterius yang mampu melakukan segalanya, melambangkan inspirasi ilahi atau perjalanan ke surga, karena setiap orang yang menungganginya selalu dikaitkan dengan terbang ke surga.

Pegasus digambarkan sebagai makhluk kuda putih bersayap yang baik hati, lembut, namun agak sedikit naif tetapi ia gemar membantu.

Semasa hidupnya ia menunjukan kesetiaannya dengan melayani Dewa Zeus, sebagai ucapan terimakasih, Zeus menghormatinya dengan memberinya keabadian khusus,  mengubah Pegasus si pelayan setia menjadi rasi bintang di akhir hayatnya.

Pegasus, Putra Medusa Dan Poseidon

Mitos mengatakan bahwa Pegasus adalah putra Medusa fana dan Poseidon, dewa laut. Pegasus dan saudaranya Chrysaor lahir dari darah Medusa ibu mereka yang dipenggal, gorgon yang ditipu dan dibunuh oleh kesatria Yunani, Perseus.

Versi mitos yang lebih rinci lainnya; mengatakan keduanya lahir ketika darah Medusa bercampur dengan buih laut. Mitos mengatakan bahwa Pegasus lahir sebagai kuda bersayap karena ayahnya Poseidon berbentuk kuda ketika merayu Medusa. Ketika Pegasus lahir, suasana seketika berubah, guntur besar dengan kilat menembus langit, dan begitulah hubungannya dengan kekuatan langit dibangun.

Versi Lain Pegasus Ayah Dari Poseidon

Kisah lain menyebutkan Pegasus adalah ayah dari Poseidon sang dewa lautan, terlahir dari seorang Medusa, mahluk mitologi berambut ular. Menurut kisah yang paling populer, ketika Perseus, pria perkasa pahlawan Yunani yang namanya cukup terkenal, telah membunuh Medusa dengan memenggal kepalanya, darah yang mengalir melahirkan seorang kuda bersayap, pegasus, dan saudaranya Chrysaor. Tidak banyak kisah yang terdengar tentang saudara pegasus ini, ia cukup asing dan jarang di sebutkan namanya dalam kisah mitologi Yunani. 

Pegasus oleh Muses Di Gunung Helicon

Kembali ke masa setelah kelahiran Pegasus. Tanpa keluarga terdekat, dia dibesarkan oleh Muses di Gunung Helicon, di mana dia dibawa oleh dewi Athena. Dalam semua kegembiraannya karena diberikan kepada wanita-wanita itu, Pegasus memukul sisi gunung dengan kukunya dan bekas pukulan ini menghasilkan mata air. 

Mata air itu menjadi keramat bagi Muses yang mencintai dan menghormati “kuda terbang pegasus”. Tetapi bagi salah satu dari mereka, Urania, Inspirasi Astronomi dan Cinta Universal, Pegasus sangat penting. Dia melihat masa depan yang heroik bagi Pegasus serta beberapa kehormatan surgawi yang menunggunya. Urania sangat sedih dan menderita ketika Bellerofhontes, seorang pahlawan mitos, menculik Pegasus dan membawanya pergi.

Kisah Hesiod tentang "penculikan" Bellerofhontes atas Pegasus menegaskan bahwa setiap kali Pegasus memukul kukunya, sumber inspirasi segera meledak. Salah satu mata air suci itu adalah Hippocrene (berarti “mata air kuda”) di Gunung Helicon.

Akhir Hayat Pegasus Di Gunung Olympus

Bagaimanapun, Pegasus dikisahkan berakhir di Gunung Olympus, dan melayani Zeus dengan kekuatan sihir guntur dan kilatnya, kapan pun Dewa Tertinggi menginginkan mereka. Dan pengasuh utamanya dari masa muda, Muse Urania, bersama dengan Muse lainnya, menyambut kembalinya Pegasus dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Pegasus tinggal dan menua melayani Zeus di Gunung Olympus sampai hari terakhirnya. Sejak saat itu, ia menjadi inspirasi bagi beberapa jenis seniman, hadir sebagai sebuah kisah fantasi bagi anak-anak yang memimpikan Pegasus mereka sendiri, dalam mengisi imajinasi mereka.

Kisah Asmara Dewi Cinta dan Manusia Tampan, Adonis

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Mahluk Mitologi Ter-Absurd, PEGASUS : Kuda Terbang Pelayan Para Kesatria & Dewa"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel