Template Premium

Dasar Arcgis, Basic Awal Menggunakan Arcgis | Pemetaan

tutorial arcgis lengkap
tutorial basic arcgis bagian 1

Ini adalah postingan awal sekaligus catatan untuk mengawali topik-topik selanjutnya terkait penggunaan arcgis.  Ada baiknya sambil membuka aplikasi arcgis untuk memahami catatan di postingan ini, karna nantinya ada beberapa hal yang bikin bingung kalau gak di praktekkan secara langsung.

Perlu diketahui juga, yang akan dibahas hanya bagian paling intinya saja, jadi gak  banyak hafalan, dalam artian to the point.

Disclaimer :

Cuman catatan kecil doang ini mah, panduan dari teman yang berbaik hati mau berbagi sedikit ilmu arcgis. Tutor dari abang , panggil saja beliau dengan inisial O-y, abang kita ini sudah hampir 3 tahun menggeluti dunia pemetaan berbasis drone. Udah itu aja informasi singkatnya. 

Apa itu Arcgis ?

Arcgis adalah sebuah aplikasi berbasis dekstop yang digunakan untuk pengelolaan data Gis, dapat dijadikan referensi atau mengolah data dari lapangan . Secara umum Arcgis Biasanya sering digunakan dalam pembuatan peta serta informasi yang ada didalamnya, misalnya peta perkebunan, peta administrasi wilayah, peta tutupan lahan dan sebagainya.

Apa yang akan di bahas ?

  • Bagian-Bagian Tampilan Arcgis
  • Icon dasar dan fungsinya yang sering digunakan
  • Connect To Folder
  • Memulai Menggunakan Arcgis dan Mengunci System Koordinat Referensi
  • Add Data
Catatan : Point-point diatas adalah hal paling mendasar dan secara umum harus dikuasi ketika hendak memulai proses pengolahan data. 4 doang kata beliau, besok tambah lagi, biar masuk semua.

Bagian -Bagian Pada Tampilan Arcgis



Disini aplikasi arcgisnya versi 10.6.1, tampilan pertama masuk ke aplikasi adalah seperti gambar di atas, terdapat beberapa bagian;
  • Menu 
Letaknya paling atas, pada deretan File
  • Toolbar
Toolbar letaknya dibawah Menu, terdapat banyak icon dengan fungsinya masing-masing
  • Table Of Content
Bagian sebelah kiri layar, data yang ingin diolah selalu berada pada bagian ini
  • View
Tampilan visual dari data yang terletak di tabel of content

Catatan : Toolbar Catalog kadang muncul otomatis, namun ada beberapa cara untuk menampilkan catalog, bisa melalui Menu Window, atau pada bagian kanan aplikasi, untuk fungsinya sendiri ntar ada dibagian selanjutnya

Icon Dasar Dan Fungsinya Yang Sering Digunakan


Icon diatas letaknya di bagian Toolbar, masuk dalam sub bagian Floating Toolbar. Icon-icon ini akan sering di gunakan ketika proses pengolahan data, kesampingkan dulu icon bola dunia, fokus ke 5 toolbar lainnya, berikut fungsinya : dari kiri ke kanan ; zoom in, zoom out, untuk menggeser project dibagian view, zoom in secara perlahan, zoom out perlahan.

Connect To Folder

Fungsinya sendiri untuk membuat koneksi antara folder di pc dengan aplikasi, agar nantinya dapat di tampilkan pada bagian catalog. Ini penting dilakukan agar project yang diolah nantinya tidak tercecer atau terpisah pisah. 

Memulai Menggunakan Arcgis Dan Mengunci System Koordinat Referensi

Ini berhubungan dengan apa yang harus dilakukan pertama kali ketika hendak memulai proses pengolahan data, bisa dibilang langkah awal sangat-sangat umum yang akan dilakukan. Seperti apa tahapannya :
  1. Munculkan Catalog
  2. Connect To Folder
  3. Memilih Folder pada bagian catalog ( foldernya bebas tempat menyimpan file hasil olahan)
  4. klik kanan pada folder 

  5. Kotak dialog Catalog, yang di tandai dengan box warna merah adalah icon connect to folder

  6. pilih New > Shapefile


Setelah memilih Shapefile, maka formnya akan tampilan seperti pada gambar diatas, perlu di pahami, agar file tidak hilang dan mudah ditemukan, pada saat penamaan jarak antar kata diusahakan untuk menggunakan garis bawah atau underline.

Pada kolom fiture type, karna ini adalah dasar-dasar, maka yang paling awal adalah memahami point. Sebenarnya ada pilihan lain seperti Polyline, Polygon dsbnya, dan keduannya akan masuk ke dalam catatan berikutnya.

Langsung saja ke edit untuk melakukan penguncian koordinat, lihat gambar di bawah:


Catatan : Diatas kami menggunakan WGS 1984 UTM Zone 49N , nah apa itu ?, ini merupakan system koordinat referensi GPS untuk posisi kami sekarang. Setiap wilayah memiliki perbedaan koordinat referensi. 

Memilih koordinat referensi : pilih Project Coordinate System, pilih UTM, pilih WGS 1984, setelah itu akan di suguhkan 2 pilihan lainnya yaitu Northern Hemispher (Utara ) dan Southern Hemispher (Selatan). 

Tips Untuk mengetahui mana yang akan digunakan, patokannya adalah garis equator, posisi kami sekarang berada di atas equator, maka system koordinat referensinya terletak di pilihan Northern Hemispher. Itu lah alasan kami memilih WGS 1984 UTM Zone 49N.

Cara simpel mengetahui system koordinat referensi, silahkan browsing aja di google :D. dengan mengetik "system koordinat referensi daerah mu". Setelah ketemu tekan ok untuk melanjutkan. Daftar Provinsi  WGS 1984 Zona UTM Indonesia


Saat ShapeFile berhasil dibuat, pastikan muncul di bagian table of content yang menandakan proses pengolahan data telah dimulai.

Add Data dan Skala


Diatas samping kiri adalah icon "add data", yang ada angka sebelah kanan merupakan skala.

Secara singkat, fungsi dasar add data adalah menambahkan data seperti peta dengan format shp atau Jpeg sebagai referensi ketika hendak menentukan point, polygon dana sebagainya. Nah kalau fungsi skala udah pada tahu lah pasti. 

Ngomong-ngomong skala diatas belum di atur sama sekali :D

Bisa dilakukan secara offline yang artinya data sudah di unduh dan tersimpan di perangkat kita, sedangkan secara online, data di ambil dari data base situs resmi.


Penutup

Catatan di atas adalah basic paling dasar yang harus dikuasai pengguna awal aplikasi arcgis, karna bagian-bagian tersebut meruapakn tahapan awal akan di ulang terus menerus saat akan memulai proses pengolahan data.


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Dasar Arcgis, Basic Awal Menggunakan Arcgis | Pemetaan "

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel