Menerima Kontribusi Artikel√ (Backlink Anchor Text ) kontak : profil

Pengalaman Blogging Dari Nol | Sampai Pernah Di Tolak 42 Kali Oleh Adsense| Kisah Ngeblog

Cerita blogger
Pengalaman ngeblog dari awal


Untuk postingan artikel kali ini, lagi malas mau bahas yang berat-berat, kita sedikit melow dengan yang ringan-ringan saja, cerita santai sambil sebat, karna artikel ini ditulisnya malam hari, anggap aja curhatan sebelum tidur, mau sedikit berbagi pengalaman blogging, khususnya pas nulis konten.

Mungkin Kalau buat para sepuh ini gak ada apa-apanya, apalagi cuma nulis 1500 kata,ahh entenglah kan, cuma kalau buat saya dan sobat pemula lainnya,  ini kayak sesuatu yang wah. Soalnya perjuangan awal ngeblog, jangankan nulis perparagraph, perkalimat saja perlu 2 menit, kebanyakan mikirnya dari pada ngetik. 

Ya begitu lah saya pada waktu itu, untuk sekarang pun kadang sering juga kehabisan ide, bingung sendiri, ibarat sudah ngomong panjang lebar, akhirnya bengong pikiran kemana-mana. Di bilang gak nguasai materi, kurang fokus, gak juga. Susah mau jelasin penyebabnya, yang ada malah berbelit-belit.

Pertama Kali Bikin Blog dan Posting Artikel

Awal mula ngeblog itu pas kelas 3 SMA, kira-kira 2012-2013, jaman anak warnet melalang buana, iseng buat blog dengan tujuan buat nyimpan kode gam online, ya kalau salah satu di antara kalian pernah jadi anak warnet, pasti tahu dong masa dimana para cheater berkeliaran di room publik. Tapi gak hanya itu, kumpulan foto alay pun sempat berjejer di tambah caption 2-3 kalimat. Nama blognya apa ?,oh tidaks, itu bagian dari masa lalu yang sifatnya privacy.

Dulu belum kepikiran nulis panjang lebar kayak sekarang, bahkan belum tahu kalau bisa di pasang iklan, namanya juga iseng. Stop dulu lah ceritanya, biar jadi spoiler haha, lanjut ke topik utama.

Pertama kali nulis dan posting artikel sekitar tahun 2013, jumlah katanya ada 200an kata. Coba tebak berapa lama nulisnya !, 1 jam ?, salah, pasti ada yang gak percaya kalau saya bilang 2 jam setengah, tapi bukan di blog ini, masih ada kok sampai sekarang. Walau pun judulnya keliatan unik, isinya itu loh kacau berantakan, saya sendiri aja kurang paham dengan cara penyampaiannya. Pokoknya membingungkan mirip teks pidato tujuh belasan, eh kok saya jadi malu.

Maklum saja, kan ada istilah panas-panas taik ayam, nah kebetulan waktu itu pas lagi panasnya, pergi ke gramedia, beli buku khusus belajar ngeblog di platform blogspot. Tolong jangan ada yg tanya seputar adsense, jaman itu saya sendiri belum tahu informasi kalau ada model periklanan  kaya gitu,bisa di bilang masih polos.

Sempat Putus Asa

Saya pikir aktivitas blogging itu sangat mudah, kalian tahu sendiri, hanya duduk kemudian nulis di depan layar laptop, duh luar biasa ekspektasinya memang menyenangkan bagi blogger pemula, tapi setelah baca sampai di bagian tengah buku, akhirnya saya cukup shock melihat beberapa kemampuan dasar, salah satunya HTML," apa-apaan ini" gumam saya pada waktu itu, kok jadi kayak disinetron hihi. Kalian pasti tahukan kalau mau bikin blog menarik salah satunya dengan cara setting tema, ngotak atik barisan kode.

Siapa yang gak kaget, berhubung masih awam, lagi senang tuh hati ceritanya  karna baca panduan blogging, harapannya pas nyampai halaman terakhir setidaknya udah paham lah dasar-dasarnya. Namun sayang, fakta berkata lain. 

Di hari ke 2 setelah baca panduan dibuku, saya coba lagi nulis artikel. kebetulan bahasan yang baru saja saya baca "rekomendasi topik untuk blog", entah kenapa, malah topik misteri yg dipilih. Mulai ngetik ni ceritanya, baru aja satu paragraf, udah berenti , kemudian baca dari awal hasil ketikan, alhasil maksud hati mau nulis pengalaman mistis, malah mirip pidato mistis. akward gak tuh. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari aktivitas blogging. Sad ending !.

Merasa Tertantang

Di tahun 2014, entah kenapa waktu itu, tepatnya di bulan Maret, tiba-tiba saja teringat buku panduan blogging, berusaha mencari buku tersebut, karna selama kurang lebih 1 tahun semenjak berhenti dari aktivitas belajar ngeblog, saya gak pernah sama sekali nyelesain baca sampai halaman terakhir. saat ditemukan pun, tampak usang, sampul bagian depan robek dimakan tikus, keadaannya memprihatinkan.

Saya mulai membuka lipatan halaman yg jadi penanda batas terakhir baca, kemudian setelah beberapa bagian berikutnya, ada tips agar kegiatan ngeblog tambah mudah, dan sampai lah di bagian akhir yang membahas masalah afiliasi dan model periklanan. Mulai saat itu, jiwa Newbie saya sebagai blogger pemula membara bak lidah api, adrenalin meningkat seakan dalam perjalanan kemedan tempur, list yang ada disalah satu halaman itu pun saya jadikan daftar pembelajaran untuk beberapa tahun kedepan, saya anggap ini adalah tantangan yang harus di taklukkan. Tiada hari tanpa mengulik-ulik informasi ngeblog.

Tepat di awal tahun 2015, menjadikan bulan dan hari sebagai fokus belajar struktur data termasuk bagian-bagian blog, tag dan google console. Memang gak mudah dalam satu tahun menguasai semuanya, jadi pada saat itu, target utamanya "cukup tahu bahwa ini begini dan itu begitu", misalnya letak dan cara mengedit bagian tag "head", "body", dan fungsi google webmaster.

Perjalanan panjang pokoknya, masih ingat sampai sekarang, ketika game coc membaur menjadi satu dg aktivitas belajar ngeblog. Tahun-tahun yang cukup  melelahkan, karna disisi lain saya harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah semester 5 dan 6.

Masuk di tahun 2016, yang artinya selama tahun saya menghabiskan waktu belajar ngeblog, tapi sungguh, durasi selama itu serasa baru 1-2 bulan, secercah ilmu belum bisa membuat saya paham esensi sebenarnya, bahwa hal utamanya adalah membuat dan memposting artikel berkualitas. Di satu titik, ambisi dan kekepoan saya semakin hari sedikit demi sedikit membuahkan perubahan signifikan, gaya bahasa yang sebelumnya kaku bak bongkahan baja, perlahan berubah meskipun belum selentur karet.

Mulai Praktek

Berbekal pengetahuan dasar yg selama beberapa tahun belakangan saya pelajari dari buku dan situs, akhirnya saya terapkan di blog baru, kalau ada yang tanya nama blognya apa, jawabannya ada dibagian nama situs, dan jadi blog kesayangan sampai hari ini, saksi bisu dimana saya pernah menghabiskan waktu dan tenaga untuk hal yg mungkin menurut orang awam tidak penting, namun durasi selama itu membuat kegiatan ini jadi sebuah hobi yang bisa dibilang addict. Kenapa saya bilang bisa bikin ketagihan ?, walaupun saya jelaskan panjang lebar sampai mulut berbusa, taste itu sulit dijelaskan, hanya bisa dirasakan, layaknya seorang hater, tidak ada yang perlu dia jelaskan "kenapa bisa benci pada orang, bahkan dengan orang yg tidak pernah ia temui sama sekali, hanya melihat sisi luarnya saja", ya karna itu tadi taste, kebiasaannya seperti itu menjadikan sifat addict ketika dilakukan berulang, dan ada istilah "hater gona be head".

Ini lah salah satu yg terjadi pada saya ketika melakukan aktivitas belajar ngeblog selama beberapa tahun. Berbekal domain gratisan blogspot, Saya mulai menghabiskan waktu menulis artikel 300-500 kata, walaupun durasinya tidak sebentar, kalau di lihat dari pengolahan kata, mungkin agak mudah lah untuk dipahami pembaca, meskipun belum sepenuhnya bisa dimengerti.

Visitor Sedikit

Minggu pertama belum ada pengunjung, tapi itu bukan alasan saya untuk berhenti memproduksi artikel, karna saya tahu, indeks blog baru berjalannya agak lambat, bahkan mungkin sampai berbulan-bulan. Namun 3 minggu kemudian, setelah rutin ke dasbord google console, pengunjung pertama datang satu persatu, gak banyak si, paling sekitaran 10-20 berhubung jumlah artikel masih puluhan.

Cuma karna masih polos-polosnya, maklum blogger pemula senang kali liat ada kemajuan. 

Awal Mula Mengenal Teknik SEO  

Bulan kedua setelah menulis sekitar 30 artikel,selama rentang waktu tersebut, saya merasa lelah, karna siang saya harus pergi magang kelapangan, pulang-pulang jam 5 sore, sampai kerumah udah magrib. Setiap malamnya menyempatkan diri bikin 1-2 paragraf, besok malamnya diselesaikan sekalian posting, begitu seterusnya. 

Rasa lelah muncul bukan karna magang dan buat artikel, tapi karna tidak ada peningkatan jumlah pengunjung, malah sebaliknya terjadi penurunan, itung-itung gak seimbang kalau dilihat dari jumlah postingan yg terus bertambah.

apabila kalian berfikir saya menyerah begitu saja, sayangnya gak, saya berhenti sejenak, beristirahat menghabiskan waktu bermain game, dan belajar dunia editing kira-kira 5 bulan lamanya. Terjadi kekosongan panjang pada aktivitas ngeblog, tak ada satu postingan baru selama rentang waktu tersebut. Disisi lain tetap fokus belajar ngedit foto dan video, sambil menjual produk foto ke salah satu shutter stock. Kabar baiknya saya berhasil menjual beberapa gambar hasil jepretan teman dan hasil editan saya sendiri. 

Saat berselancar ria ke shutter stock tersebut, ternyata gak lama kemudian pihak developer menhadirkan fitur baru berbasis platform blog khusus pecinta photografer, dan salah satu artikel pertama yg saya baca disana berjudul "optimasi penjualan foto". Sontak saja ini mengingatkan saya pada situs kesayangan, iseng-iseng ketik di google "cara optimasi blog", alhasil muncullah berbagai bahasan dan istilah SEO. Ini lah perkenalan awal yg kemudian membawa saya kembali ke pangkuan platform blogger sekligus mengawali penjelajahan untuk mendalami teknik Search Engine Optimasi.

Tidak butuh waktu lama untuk mengenal lebih jauh seperti, istilah PBN, backlink, no follow, do follow sampai bahasan mengenai algoritma dan penalty google. Akhirnya saya sadar "oh ternyata begitu". Benar saja setelah menerapkan beberapa teknik awal backlink, situs ini mengalami peningkatan trafik yg sebelumnya hanya 10-20 pengunjung, perlahan merangkak naik ke 50-60 visitor perhari.

Ditolak Adsense Berkali-kali

Blog ini punya kisah classic yang menurut saya bisa cukup memotivasi sobat sekalian, terutama yg sekarang lagi berjuang ingin jadi partner google adsense. Mungkin sebagian kalian akan menganggapnya sebagai bualan semata, atau mungkin akan ada anggapan bahwa ini bentuk kesombongan. 

Tidak teman, 42 kali ditolak adsense cukup berarti bagi saya, apa artinya sebuah perjuangan apabila tak disertai dengan kegagalan, 3 tahun lamanya sejak penolakan pertama kali di tahun 2017 lalu, saya jadikan PR. 

Untungnya saya tidak sendiri, masih ada para sepuh lain yg mencoba membantu melalui tulisan mereka, tutorial ngeblog dan pengalaman expert bertahun-tahun. Gak bisa saya bayangkan jika tanpa mereka, meraba-raba mungkin akan lebih parah dari pada 42 kali ditolak dan ini juga mengajarkan saja tentang pentingnya berbagi pengalaman dan ilmu untuk dijadikan pembelajaran. 

Gagal Gosok Lagi

Pada saat itu saya berpikir untuk diterima adsense artinya google punya standar sendiri untuk menilai kelayakan sebuah blog. Gak habis akal, saya  cari dimana letak kekurangannya, mulai dari Navigasi situs, ngelengkapi disclaimer,privacy,contact dan sebagainya, sampai menambah isi paragraf disetiap isi konten, agar layak dimata google. 

Lagi, saya daftar adsense untuk kedua kalinya, dan lagi-lagi ditolak dg alasan "belum siap untuk menampilkan iklan bla-bla-bla". selama 3 tahun bergumul bersama kebosanan akibat penolakan terus menerus, perbaikan disana sini, ganti tema, upgrade TLD, semuanya pernah saya coba,namun belum ada pencerahan sama sekali.

Dalam hati 'gak ada pilihan lain, pokoknya harus ikut kursus", dan akhir pada desember 2019 lalu saya ikut pelatihan blogging plus paket teknik SEO seharga 5 lembar,worth it kah ?, menurutku cukup mantul. Kebetulan pas lagi bikin tugas akhir, dalam hati " kesempatan jangan disia-sia".

18 Kali Penolakan di tahun 2020

Tahun penuh penolakan, begitu lah saya mendeskripsikan tahun 2020, hampir setiap bulan pengajuan, tetap saja, tanpa hasil yang berarti, ada rasa pengen nyerah dijalan, sempat berfikir mau delete blog, di tambah tugas akhir yang belum kelar, plus keadaan dunia memang lagi kacaunya, pokoknya lengkap lah. 

Tapi untungnya, masih punya semangat dan konsisten nulis postingan, karna dari dulu sampai sekarang prinsip saya masih tetap sama " usaha tidak pernah menghinanati hasil", nah kan disituasi yang mepet aja masih bilang untung, itu lah salutnya saya sama tanah air tercinta +62, selalu bersyukur dalam situasi apapun, harapannya tidak hanya satu dua orang, tapi kita semua. 

Low Value Content dan Artikel 1000 Kata

Di tahun 2020, laporan penolakan selalu disertai 4 detail pesan, namun ditahun 2021, pesan terakhir berbunyi "Low Value Content", itu artinya sudah ada peningkatan yang sebelumnya 4 berkurang jadi 1 masalah yg harus di perbaiki. Akhirnya, walaupun jarang ke rumah ibadah, ternyata Tuhan masih mendengar keluh kesah ku selama ini. 

8 tahun lamanya baru sampai dititik itu, rasanya udah sedikit lega, , setidaknya saya gak memperjuangkan sesuatu yg sia-sia, yg lebih penting adalah waktu selama itu mengajarkan saya arti sebuah perjuangan dan nilai untuk "pantang menyerah". Dalam hal ini, bagi saya ,di terima jadi partner adsense adalah nilai kelayakan untuk blog saya, tidak ada yg patut disombongkan, toh ada banyak orang di luar sana diterima dg mudah menjadi partner.

Bikin artikel 1000 kata, menurut pendapat newbie seperti saya itu gak mudah bro, tapi sekali lagi, sepuh di forum diskusi dan disitus benar-benar baik hati, bahkan gak sedikit dari mereka membongkar dapur produksinya hanya untuk berbagi secercah ilmu. 

Benar saja, setelah diterapkan, hasilnya pun luar biasa, perubahan besar terjadi pada penulisan dan durasi menulis. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih pada sepuh.

Tips 1500 Kata Kurang Dari 1 Jam

Saya gak akan menyebutkan nama orang yg telah mengajarkan membuat artikel 1500 kata kurang dari 1 jam, Intinya beliau adalah seorang pakar Expert SEO  sudah lumayan berumur, ayah dari 3 anak, ketemu pertama kali kemudian kenalan disalah satu forum diskusi, saat itu saya mengajukan pertanyaan karna beliau membuat tulisan panjang, perkiraan lebih dari 1500 kata, pertanyaannya kira-kira seperti ini " om berapa lama nulis postingan sepanjang ini ?" beliau jawab " 30 menit lebih dikit", kaget gak tuh, pikir saya "bisa nih dijadikan senpai", kemudian beranikan diri minta kontak, ternyata dikasi dong Link invitation Telegram, sumpah beliau baik banget, satu tips dari dia kalau mau buat postingan panjang, dan sampai sekarang saya jadikan wejangan, singkat, padat dan dalam : " Sampaikan apa yg ingin disampaikan, tulis apa yg ingin ditulis selagi itu bisa dihubungkan ketopik, dan rasakan nikmatnya". 

Penutup

Pengalaman diatas bukan lah cara untuk menyombongkan diri, di satu titik saya juga sadar walaupun maksud dan tujuannya bukan seperti itu, namun setiap orang akan berfikir dengan cara mereka sendiri dalam menilai, untuk itu, apapun yang kalian temukan diatas ambil postifnya dan buang negatifnya, jika ada salah kata mohon dimaafkan, semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua, salam hangat terimakasih. 


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pengalaman Blogging Dari Nol | Sampai Pernah Di Tolak 42 Kali Oleh Adsense| Kisah Ngeblog"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel