Menerima Kontribusi Artikel√ (Backlink Anchor Text ) kontak : profil

KONSEP SELF-DRIVING | Mengenal Mobil Autonom Kendaraan Masa Depan dan Teknologi Di Baliknya

Teknologi Lidar Self driving
Jelaskan tentang mobil self-driving

Era digitalisasi terus bergerak ke titik yang lebih komplek, dimana setiap orang seperti tidak di batasi oleh jarak, mereka bisa dengan mudah saling berbagi aktivitas melalui berbagai media elektronik berbasis internet. Jaringan nirkabel ini telah membantu banyak orang di hampir seluruh dunia dalam berbagai hal, segala bentuk perkerjaan menjadi lebih efisien karna kehadirannya, terutama bagi mereka penggiat dunia digital, mulai dari layanan Market online seperti Amazon, Alibaba dan di Indonesia ada salah satu layanan transportasi umum pemesanan via online yaitu Gojek. 

Tak hanya pemesanannya saja via online, bahkan sudah ada yang berinovasi menciptakan kendaraan mandiri, yang artinya bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan manusia. "Wah berarti gaib dong, pasti ada hubungannya dengan paranormal", ya gak lah, ini murni bantuan teknologi.Bahkan Saat ini beberapa produsen mobil telah berlomba -lomba melakukan inovasi dengan menyematkan fitur canggih pada produk buatan mereka, dan salah satu fitur yang lagi hangat-hangatnya di perbincangkan yaitu self-driving.

Apa itu Self-driving ?

kalau kita masukkan kata diatas ke google translate, maka terjemahan yang keluar adalah "mengemudi sendiri", namun secara harafiah, istilah ini merujuk pada kemampuan teknologi memberikan perintah pada kendaraan tanpa melalui campur tangan manusia. Banyak dari kalian pasti sudah familiar dengan istilah autopilot, konsep ini sudah ada sejak lama, memanfaatkan program komputer dalam mengambil keputusan mengemudi, dan telah  digunakan di berbagai maskapai penerbangan berbasis pesawat komersil, basic ini lah yang di terapkan pada selfdriving, dengan kata lain ini adalah versi canggih dari autopilot. 

Baca : Rahasia Di balik Keistimewaan Mobil Listrik Tesla | 3 Fitur Canggih

Sejarah Mobil Self-driving ?

Biasa dikenal dengan sebutan mobil Autonom, Ide ini muncul pertama kali pada tahun 1920, ketika Industri otomotif di Amerika berangan-angan menciptakan mobil dengan dilengkapi kontrol eksternal berupa remote kontrol, dan di tahun 1925 demonstrasi mobil self-driving American Miracle berhasil di pamerkan didepan ribuan mata di kota Newyork, orang-orang merasakan ketakutan melihat kendaraan tanpa pengemudi bergerak seakan dikendalikan oleh roh tak kasat mata. 

Namun pada masa itu, Konsep mobil otomatis masih berdasarkan kontrol jarak jauh, semua komponen penggerak kemudi berasal dari luar mobil di bantu oleh seseorang berbekal remote kontrol. Baru pada tahun 1960an gagasan awal mobil otomatis melalui bantuan komputer, mengambil alih sepenuhnya kemudi tanpa bantuan remote eksternal dan manusia.  

Tujuan awal di buat ?

Seperti teknologi pada umumnya, di buat demi memudahkan aktivitas pekerjaan manusia. Aktivitas mengemudi terasa sangat menyenangkan, namun hal yang di anggap menyenangkan akan berbeda jika kamu berkendara dengan durasi waktu yang cukup lama, berjam-jam atau bahkan seharian, menuju ke suatu tempat, beruntung kalau saja trafik dijalanan sedang lancar, lalulintas bergerak secara teratur. Tapi tentu semua itu membuat badan kita menjadi lelah, meskipun dalam keadaan duduk. Memang tak jauh berbeda dari sopir pribadi, tapi tenang saja mereka tidak menuntut gaji pada pemiliknya.

Kehadiran Mobil Autonom memudahkan banyak orang terutama para penggunanya tidak perlu report memegang stir, waktu luang ini bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan aktivitas lain, jadi mirip pekerjaan Multitasking, tapi nyatakan itu adalah pekerjaan kompleks dari komponen teknologi canggih yang sudah disematkan, ketika kamu membeli mobilnya, maka kamu juga mendapatkan asisten tambahan mengemudi.

kelebihan dan kekurangannya ?

Kenyamanan adalah faktor utama saat berkendara, apalagi saat berpergian jauh, pulang kampung. Tidak ada yang perlu di khawatirkan dijalanan, kita bisa tidur kapan saja, sesuka hati, kesempatan ngobrol jadi lebih banyak pada saat berpergian bersama keluarga, sewaktu-waktu kamu terlambat untuk menghadiri pertemuan atau meeting di kantor, mobil Jenis ini bisa dijadikan solusi ruangan berjalan kemudian kamu hadir secara daring kedalam meeting. Kalau ditanya soal kelebihan mungkin 1000 kata terlalu sedikit untuk menulis banyaknya kelebihan kendaraan yang satu ini. Bayangkan kamu berada ditengah kota Metropolitan di penuhi kendaran berbasis autonoms di setiap sudut jalan, akan tampak seperti semut,meskipun ramai,namun gerakan mereka teratur. Bukannya ingin membandingkan program dengan manusia, kita manusia dibekali emosi, punya ego masing-masing, sementara program komputer terlihat identik.

Di balik kecanggihan dan tampaknya tidak memiliki cacat jika di lihat dari aspek mana pun, tentu Mobil Selfdriving juga akan error apabila salah satu komponen sensornya mengalami masalah, namun presentasenya sangat kecil. Melihat beberapa kejadian yg sudah-sudah, faktor human error punya peran dominan kecelakaan dijalanan saat menggunakan Mobil Autonoms.

Kehadiran Mobil Self-Driving Dapat Respon Positif

Markus Winkler, kepala otomotif global di Capgemini, mengatakan: “Laporan kami menunjukkan tingkat optimisme dan kegembiraan yang tinggi di antara calon pengguna kendaraan otonom. Sebagian besar percakapan hingga saat ini berfokus pada evolusi teknologi mobil tanpa pengemudi, jadi sangat menggembirakan untuk melihat potensi manfaat yang dimungkinkan oleh teknologi yang beresonansi dengan penumpang masa depan".

Hal tersebut tidak hanya datang begitu saja, tentu konsumen punya standar penilaian masing-masing, namun secara umum  mereka melihat adanya manfaat besar dari kendaraan otonom dalam hal efisiensi penggunaan bahan bakar , pengurangan emisi,dan penghematan waktu . 

Teknologi Autonom dan Cara Kerjannya

Berbicara tentang penggunaan teknologi, semuanya akan mengacu pada 2 pilihan yaitu Manual dan otomatis. Terlepas dari perbedaan keduanya, ada satu hal yang tidak bisa dipisahkan terkait era digitalisasi  semakin hari bergerak maju ke suatu titik yang lebih kompleks seakan mengikuti naluri para kreatornya, apalagi kalau bukan dunia serba digital, otomatisasi dimana-mana dengan memanfaatkan aktivitas Artificial Intellegence. Esensi manual sudah bukan lagi merujuk pada pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan oleh manusia, namun lebih ke otomatisasi punya campur tangan manusia.

mengenal teknologi self driving

Artificial Intelegence atau AI adalah sesuatu yang lumrah di terapkan dihampir semua perangkat berbasis teknologi, tak terkecuali Mobil Self-Driving, semua komponen seperti sensor, Aktuator, Adaptive Cruise Control (ACC) dan lain-lain. Namun secara garis besar, ada 5 kemampuan yang harus dimiliki Mobil Autonoms :

1. Localization

Tidak jauh berbeda dengan GPS, hanya saja fungsinya ditujukan untuk mesin berjalan, dibekali kemampuan tambahan seperti image recognition memungkinkan data yang dihasilkan menjadi lebih detail, nah data ini kemudian di proses oleh AI sebagai suatu pembelajaran dan informasi tambahan untuk melengkapi informasi lain agar lebih akurat dengan tujuan localization. GPS yang kita gunakan di hp android hanya menampilkan posisi dan bentuk benda dalam dua dimensi, dengan bantuan image recognition, kita bisa dengan mudah mengidentifikasi lebih spesifik apa sebenarnya benda itu kedalam visual 3 dimensi, apakah hanya papan reklame atau rambu-rambu lalu lintas, dan yang lebih pentingnya adalah Teknologi Localization dapat membaca simbol dan garis tertentu, seperti marka jalan, rambu lalulintas dan masih banyak lagi.

Localization pada Mobil Otonoms harus menghasilkan detail untuk mengenal lokasi atau tempat tertentu, berapa kecepatan seharusnya ketika berada di jalanan curam, tempat parkir atau jalanan bergelombang,  jika tidak, ya pemandangan langka pasti akan terjadi, misalnya Mobil Autonoms tiba-tiba ngedrif dilahan parkir, atau malah kamu sebagai penumpang jadi korban prank, asik-asik tidur, pas lewat di jalanan lurus bergelombang, mobilmu melaju dengan kecepatan tinggi, someting lah pokoknya.

2. Path Planning

Setelah Mesin Learning atau System AI mempelajari informasi yang di dapat dari localization, data tersebut digunakan untuk melakukan sebuah perencanaan matang mengenai jalur mana yang harus di tempuh terkait jarak ke tujuan, hambatan dan traffic lalu lintas, misalnya jarak 1 km waktu tempuh normal sekitar 2 menit, tapi itu akan berbeda jika traffic mengalami banyak hambatan seperti tikungan, jumlah kendaraan dan persimpangan. Path Planning membantu mobil self-driving memilih jalur lebih eficien.

3. Adaptive Cruise Control (AAC) 

Model Kontrol seperti ini sudah lama diadobsi kendaraan berbasis oautonom, mampu menyesuaikan kecepatan kendaraan otomatis untuk memastikan jarak aman kendaraan di depannya, fungsi ini di peroleh dari proses yang sudah-sudah, informasi yang di peroleh di lanjutkan ke Aktuator yg mengatur segala tindakan responsif mobil seperti kapan harus menambah kecepatan, kapan harus mengerem dan sebagaimana respon pengemudi pada umumnya.

4. Computer Vision

Layak mata manusia, computer vision dihasilkan dari beberapa perangkat kamera yang terpasang dibagian mobil, informasi atau data bersumber dari perangkat ini bersama dg perangkat lainnya secara bersamaan di proses oleh Artificial Intellegence menghasilkan keadaan lingkungan untuk melengkapi informasi Localization, kemudian digunakan untuk mengambil keputusan mengemudi secara akurat. Cara kerjanya menggunakan basic image Recognition.

5. Sensor Fusion

Sensor ini bertugas sebagai pengindra, ia dapat menentukan jarak objek satu ke objek lain, kalau kalian berfikir cara kerjanya mirip sensor ultrasonic kelelawar, ide itu ada benarnya, namun yang sebenarnya sensor ini punya basic LIDAR peraba jarak jauh memanfaat cahaya untuk menentukan jarak , karna fungsi utama sensor ini sebagai pelengkap algoritma point 1 dan 4, agar data visual menjadi lebih terukur, ibarat keleawaran superior punya sensor ultrasunic di tambah penglihatan tajam dari computer vision. 

Selain itu, Fungsinya bisa sebagai rencana cadangan atau bahasa kerennya backup plan kalau-kalau terjadi kerusakan dan error pada komponen lain misalnya kamera pengindra dan sensor lainnya.

Jenis Mobil Autonom

Autonom atau selfdriving di bedakan berdasarkan kemampuan teknologinya dalam mengambil alih kemudi. Di kuti dari laman Tempo.co "Departemen Transportasi Amerika Serikat mengkategorikannya kedalam beberapa level mulai dari 0-5 :

konsep autonoms

Level 0 

Di level pertama ini, sebenarnya mobil tidak bisa juga di anggap autonom karna hanya dibekali fitur Aunomous Emergency Breaking, sedangkan aktivitas mengemudi tetap dilakukan secara manual oleh manusia bukan program.

  • Level 1

Pada Level ini, Kendaraan sudah disematkan salah satu kemampuan utama Selfdriving yaitu kemampuan ACC atau Adaptive Cruise Control.

  • Level 2

Jika diantara sobat sekalian familiar dengan nama Elon Musk, harusnya sobat juga tahu perusahaan Mobil Autonom bernama Tesla milik Milyarder yang satu ini. Produk Autonom miliknya berada pada level 2, di bekali kemampuan mengambil alih kemudi namun masih memerlukan bantuan dan pengawasan sopir.

  • Level 3

Kendaraan Autonom yang mandiri baru tercapai di level ini, kegiatan mengemudi sepenuhnya di ambil alih oleh system, keputusan seperti menambah kecepatan dijalanan tertentu, entah itu berlubang, bebatuan, di kerumunan orang ramai, dan parkiran. Intinya system sudah mampu mengambil keputusan secara mandiri.

  • Level 4 dan 5

Angkutan Umum dengan basic Autonom nantinya akan berada dilevel ini, kendaraan beroperasi di kontrol sepenuhnya oleh system, misalnya membukakan pintu bagi penumpang, mengantarkan mereka ke tempat tujuan yg diinginkan, memberikan pelayanan kepada penumpang dan sebagainya, sekilas mungkin tampak seperti mobil hantu :). 

Sarana dan Prasarana Penunjang

Suatu kegiatan dan aktivitas pekerjaan butuh yang namanya saran dan prasarana penunjang, aktivitas apapun itu, semuanya butuh perlengkapan dan kelengkapan tertentu. Kita tahu Mobil Selfdriving memerlukan kinerja sensor dan peralatan berbasis internet, setiap komponen ini terkoneksi secara realtime tanpa jeda pada satu jaringan inti. Proses input dan output diproses secara bersamaan, Apa jadinya jika proses interaksi antara komponen satu dg yang lain terdapat delay. Dalam hal ini, Internet punya peran besar di balik kelancaran penggunaan mobil Autonom, oleh sebab itu wilayah tempat Mobil selfdriving ini beroperasi harus memiliki jaringan internet yang sudah terpenetrasi dengan baik.

Jaringan 5g

Apakah Kendaraan Autonom Bisa Beroperasi di Indonesia ?

Berbicara siap atau tidak, faktanya negara kita sedang berbenah membangun infrastruktur jaringan yang lebih baik melalui Internet 5G, meskipun pengoperasian Autonom tidak dalam waktu dekat, namun dengan adanya usaha penetrasi jaringan besar-besar di banyak wilayah, tidak menutup kemungkinan 5-10 tahun kedepan, Negara kita tercinta sudah siap mengadopsi dan mengoperasikan mobil angkutan umum selfdriving atau autonom. 

Kesimpulan dan Penutup

Teknologi Autonom menjadi solusi terbaik kendaraan masa depan, terkait semakin hari jumlah Pengguna kendaraan mengalami peningkatan signifikan dihampir semua kota diseluruh dunia, kemacetan dapat dihindari dengan menghadirkan transportasi berbasis autonom, kendaraan tidak hanya bisa bergerak sendiri, mereka tentu bisa saling bertukar informasi mengenai keadaan lingkungan sekitar, jumlah kendaraan disebuah lajur, jumlah antrian mobil pada jalan tertentu, sehingga memungkinkan penggunaan jalan lebih efisien demi menghindari penumpukan trafik penyebab macet.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "KONSEP SELF-DRIVING | Mengenal Mobil Autonom Kendaraan Masa Depan dan Teknologi Di Baliknya "

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel