konten

Peradaban Manusia dan Transisi Teknologi Industry 4.0 | Big Data & AI vs Human Error

era teknologi 4.0
Peradaban dan revolusi 4.0

Bumi sudah masuk dimana era-era peradaban manusia sudah mencapai ke tingkat selanjutnya, sebagai mahluk yang di bekali dengan daya kreatifitas dan akal budi, tak ada alasan bagi kita untuk selalu menikmati era ini dengan biasa-biasa saja dengan tanda kutip. Evolusi industri dan teknologi selalu menuju ketingkatan yang lebih kompleks.

Pada awalnya, jaman dimana manusia dan alam saling menaklukkan, hanya ada dua kemungkinan disana, memakan atau dimakan. Pada periode tersebut,nyatanya bisa di lewati dengan berbagai cara sampai pada akhirnya manusia dapat bertahan dan melanjutkan peradaban sampai ketingkatan seperti sekarang ini. Apa pun yang di lihat pada masa sekarang, semuanya tidak pernah lepas dari bagaimana cara manusia pada masa lalu menaklukkan alam yang begitu keras yang di kerumuni oleh hewan-hewan buas.

Pada tahap sekarang, tidak hanya manusia yang mengalami evolusi, bahkan karna adanya manusia berbagai macam evolusi terjadi, dan itu semua terjadi secara bersamaan dan searah.

Revolusi Industri dan teknologi adalah bagian dari peradaban yang tidak bisa disangkal keberadaannya, berkat kehadirannya, perjalananan peradaban manusia semakin hari semakin cepat berada pada titik evolusi selanjutnya. Banyak yang memiliki presepsi, bahwa suatu hari Revolusi teknologi akan jauh melampaui para creator-creatornya. ini buka tanpa sebab, kehadiran AI lah yang nantinya akan mewujudkan hal tersebut, bukan hal yang tidak mungkin suatu saat bisa saja manusia yang akan di perbudak oleh para AI ini. Tapi tidak sampai disitu saja, untuk mengimbangi kemajuan peradaban, manusia akan berusaha terus untuk menaklukkan ini dan mencoba untuk berdiri sejajar bersama para AI yang merupakan buatan mereka sendiri.Pada tahapan inilah manusia akan berevolusi dalam mengimbangi bentuk Revolusi dari teknologi.

Pada kondisi ini lah AI dan manusia akan menjalin kerjasama dengan tujuan yang tidak biasa dalam menaklukkan alam semesta untuk memperoleh sumberdaya yang di butuhkan. Dalam penaklukan ini, waktu yang di butuhkan tidak lah sebentar, oleh karna itu akan adanya inisiatif manusia untuk memperoleh waktu hidup yang lebih lama , sampai pada titik dimana manusia menginginkan hidup abadi.

Jumlah populasi yang semakin bertambah, tercatat pada 2020 ini jumlah tersebut sudah mencapai sekitar 7,6 milyar manusia yang menghuni bumi kita ini. Pada abad ini jumlah populasi mengalami ledakan yang sangat luar biasa, menurut data yang di peroleh, setiap sepuluh tahun , jumlah populasi tersebut akan mengalami penambahan 1 milyar jiwa, sementara kapasitas bumi hanya mampu menampung 9-10 milyar  jumlah populasi. Sebenarnya, bumi mampu menampung sampai jumlah maksimal 10 milyar populasi, hanya saja, keserakahan lah yang membuat hal tersebut tidak cukup.

Kita akan mencoba menelisik lebih jauh ke masa lalu ;

Kalau pada jaman sekarang yang di pegang adalah smartphone, lain cerita jika kita berada di jaman Society 1.0, yang dimana jaman tersebut adalah jaman batu, manusia pada jaman itu pegangannya berupa batu dan alat-alat sederhana lainnya yang digunakan untuk survive, bisa untuk mencari makan, atau untuk getok kepala para dinosourus.

Hanya ada dua pilihan pada jaman itu ketika keluar dari goa, mencari makan atau menjadi makanan hewan buas lainnya yang sedang kelaparan.

Sekarang kita masuk kejaman perunggu. Pada jaman ini, berawal dari bangsa Sumaria yang berhasil membuat alat-alat yang berasal dari perunggu melalui proses peleburan. Manusia sudah bisa menghasilkan makanan dengan cara bercocok tanam. Masa ini masuk ke jaman Society 2.0.

Era tersebut berlangsung cukup lama, sampai pada akhirnya mesin-mesin industri mulai di temukan untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih efisien. Ini masuk ke era Industial Revolution 1.0 berbarengan dengan proses pertanian yang di bantu oleh mesin-mesin industri ,ini lah era Society 3.0 dan Industrial Revolution 1.0. Keduanya saling berjalan berdampingan. Pada kedua era itu lah paradigma manusia menjadi berubah.

Sampai akhirnya Listrik di temukan, sehingga semakin mempercepat proses industri pada masa itu, Era ini masuk ke Industrial Revolution 2.0. Semenjak hadirnya listrik lah, tidak butuh waktu lama bagi manusia untuk maju berpindah ke jaman Industrial Revolution 3.0, yang dimana komputer semakin popular di gunakan pada tahun 1970-an. Semenjak era ini lah segala bentuk kehidupan banyak yang di digitalisasi dan gaya kehidupan manusia pun masuk ke era informasi Society 4.0.

Untuk membawa ke Revolusi dari tahap 3.0 sampai ke Revolusi selanjutnya tidak memakan waktu lama,sampai akhirnya hadir lah Internet yang lebih efisien dalam proses menyebarkan informasi ke seluruh dunia, proses ini kemudian berkembang lagi ke tahap  Big Data, yang dimana setiap pengguna internet di seluruh dunia saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan inti. Sadar atau tidak ,ini lah era kita pada saat ini, yang telah dimulai pada tahun 2000a. Ini adalah era Industrial Revolution 4.0 dan Society 4.0.



Selamat datang di era BIG DATA

Pada era ini , Revolusi Peradaban manusia berjalan sejajar dengan Revolusi lainnya, menghasil kan kombinasi-kombinasi berbasis teknologi, mulai dari internet, mesin, robot, dan tidak ketinggalan yaitu Big data yang memiliki peran penting, dalam hal ini Big data sebagai sumber dari informasi mendalam dari apa yang telah dihasilkan.

Ini belum selesai, ini adalah awal perdaban manusia di era Teknologi, sebagai landasan awal untuk Revolusi teknologi selanjutnya. Seperti yang sudah tampak jelas hadir, Teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan manusia, AI, memanfaatkan berbagai sumber daya sebelumnya dari Big Data . Dari Big Data ini lah segala informasi di tanamkan pada AI, mulai dari cara manusia berprilaku, rumus-rumus alogaritma, dan berbagai macam sumber daya lain yang dapat di analisa kemudian di proses mandiri oleh AI, sehingga memungkinkan hadirnya sesuatu yang baru.

Pada era ini masa transisi juga berlangsung, yang dimana AI ini akan mengambil alih berbagai pekerjaan manusia, pada revolusi sebelumnya, otot manusia sudah di gantikan oleh tenaga-tenaga dari mesin dan listrik, komputer-komputer dan otomatisasi telah mengambil alih pekerjaan otak kiri manusia, dan kemukinan lainnya, kehadiran AI juga akan mengambil alih peran otak kanan manusia.

Tapi hal ini masih belum seberapa, karna sebentar lagi, era Robotic akan berkembang lebih jauh lagi yang akan mengambil alih pekerjaan di bidang industri. Ini memang sudah di mulai, menurut data yang di peroleh dari FR World Robotic tahun 2018, peningkatan yang terjadi dari 2013 sampai 2017 saja sudah mengalami peningkatan sekitar 114%.Ada ratusan ribu robot sudah di peroduksi untuk mengambil alih segala bentuk aktivitas manusia di bidang industri. Angka ini tidak berhenti sampai disitu saja, menurut prediksi, masih dari sumber yang sama, dari tahun 2018-2021, peningkatan akan terus terjadi lebih dari 100%.

Pekerjaan yang memanfaatkan robot memang lebih efisien di dibandingkan manusia, karna disana tidak akan ada yang namanya "Human Error", semua pekerjaan menjadi lebih cepat dan dalam waktu yang singkat dapat segera di selesaikan.

Ini lah yang nantinya akan menjadi masalah baru kedepannya, karna semakin berkembangnya AI, aktivitas manusia semakin berkurang di sektor industri, dan juga beberapa sektor sudah bisa di pastikan diambil oleh AI. Masalah baru tersebut akan timbul ketika manusia sudah mulai mempertanyakan persoalan peran. Tidak menutup kemungkinan karna hal tersebutlah robot akan menjadi mandor atas segala pekerjaan manusia yang di penuhi dengan Human error ini. Di lah era AI dan Robotic akan lebih banyak mengambil peran penting.

Jika beberapa waktu lalu munculnya demo yang protes kehadiran ojek online, maka kedepannya akan ada pertentangan serupa antara manusia dan AI.

Mungkin para AI ini akan Error juga jika menghadapi emak-emak yang berkendara di jalanan, jika di lihat dari sudut pandang apapun dalam memrograman, gerakan emak-emak saat berkendara tidak bisa di kalkulasikan arah dan gerakannya, kalau pun bisa, pasti akan mengalami error karna tidak susai dengan prediksi.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Peradaban Manusia dan Transisi Teknologi Industry 4.0 | Big Data & AI vs Human Error"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel