Menerima Kontribusi Artikel√ (Backlink Anchor Text ) kontak : profil

Langkah Terraforming Planet Mars Akan Di Mulai | Menundukan Alam Melalui Teknologi



Ada banyak alasan artikel ini di tulis, mungkin 1000 kata tak cukup untuk menulis semuanya. Mungkin kedengarannya nyeleneh dengan fantasi-fantasi liar tetua, tak sedikit dari mereka yang di anggap sedang berimajinasi dengan pemikiran melawan berbagai paradigma, mungkin itu jauh sebelum teknologi berkembang dan maju pesat seperti sekarang ini. Membuka diri akan banyak kemungkinan merupakan langkah awal melepaskan diri dari  paradigma yang akan habis masa pakainya ?, bisa jadi.

Paradigma bisa sangat menguntungkan jika di gunakan pada jamannya, sebaliknya akan menjadi kanker yang akan menghambat peradaban jika di teruskan tanpa adanya manufer baru. 

Menurut banyak pengamat dan ilmuan, Mars adalah opsi terbaik sebagai rumah kedua, jika suatu hari bumi yang semakin tua ini tidak kuat lagi menampung para kandidat masa depan. Sekilas terlihat mustahil dengan teknologi yang di kita miliki sekarang ini, tapi tak ada yang mustahil untuk 100 tahun atau 200 tahun kedepan. Ini akan menjadi pekerjaan rumah yang harus di selesaikan dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun, banyak yang memperkirakan, jumlah maksimal populasi bumi akan mencapai jumlah maksimal yang sangat apdat pada tahun 2100, dengan total 11 milyar populasi. Ini akan menjadi masalah baru bagi kehidupan di bumi, jika tidak adanya manufer-manufer untuk mencari opsi rumah kedua di luar sana.

Apa itu Terraforming

Terraform adalah sebuah solusi yang sudah di tawarkan sejak lama, dan sebagai sebuah hipotesis untuk membentuk, membuat struktur planet atau benda angkasa lain agar dapat menunjang kehidupan layaknya bumi.

Study Tentang Terraforming 

Seorang astronom terkenal Carl Sagan dalam jurnalnya pada tahun 1961 Mengangkat tema serupa, dan di tahun selanjutnya, tepatnya pada 1973 jurnal berjudul "Planetary Engineering  On Mars", membahas tentang sekenario penghijauan planet tersebut.  Metode yg di gunakan berupa membawa tanaman dengan albedo rendah sampai ide mencairkan es bagian kutub demi menaikan suhu permukaan, memungkinkan keadaan disana menyerupai bumi. 

Dalam makalah seorang ahli planet Christoper McKay berjudul "Terraforming Mars " Tahun 1982. Disana di bahas prospek pengendalian biosfer planet Mars, serta metode yg di perlukan untuk melakukan proses tersebut. Ini lah awal di popularkannya istilah "Terraforming" Secara spesifik merujuk pada mengubah suatu planet mencakup suhu, tekanan atmosfer dan sebagainya, supaya layak huni bagi mahluk hidup salah satunya manusia. 

Mars salah satu agenda penting bagi banyak pengamat masalah ini, terutama badan antariksa Amerika Serikat NASA, yang telah memeperlihatkan niat seriusnya, dengan berbagai rencana mulai dari mengirim wahana sampai manusia ke planet merah tersebut untuk mengawali sebuah koloni kecil disana. Ide lainnya datang dari seorang pendiri sekaligus CEO space X yaitu Elon Musk yang berencana akan mengirim 1 juta manusia pada tahun 2050 mendatang, yang akan di lakukan bertahap.

Zona Hijau Tata Surya 

Sistem tatasurya kita terdiri dari berbagai objek luar angkasa, dimana matahari menjadi satu-satunya bintang induk. Ada jutaan benda mengorbit Matahari, ukurannya pun beragam, ada yang di kategorikan planet, asteroid, dan satelit alam. Fakta bahwa bumi masuk ke area zona hijau jalur orbit menjadi alasan kondisi permukaan dan atmosfernya aman bagi manusia. Planet di Zona Goldilock atau layak huni secara teoritis bisa menunjang kehidupan, pertimbangan bahwa venus dan Mars berada di Zona ini memang sudah ada sejak lama.  Seperti yang kita tahu, venus tidak hanya dikenal punya atmosfer tebal, suhu disana juga mirip oven, kemungkinan mahluk hidup dapat bertahan dalam kondisi tersebut sangat kecil bahkan mustahil jika tanpa pengaman tahan panas, sedangkan di Mars, atmosfer tipis, suhu minus puluhan drajat celsius. Namun secara teoritis kedua planet ini berada di zona hijau, sehingga kondisinya dapat diubah dan di sesuaikan. 

Kondisi  si Merah Saat Ini

Planet Mars berukuran kurang lebih sekitar 70% ukuran Bumi, atmosfernya sendiri mengandung gas berupa karbondioksida dengan  suhu rata-rata -81 derajat Fahrenheit atau -62 derajat Celsius. Jika di bandingkan dengan bumi, atmosfir Mars 100 kali lebih tipis dari pada atmosfir di planet bumi, ini menyebabkan masalah radiasi yang jumlah nya sangat banyak pada permukaan planet mars.

Fakta lain datang dari para ilmuan, ,anggapan bahwa jutaan tahun lalu Mars dapat menunjang kehidupan muncul ketika mereka melakukan penelitian pada setiap bagian permukaan, kemudian di temukannya kontur berupa jalur air dan bekas danau purba disana. Bukti keberadaan air di dalam planet tersebut pun semakin di perkuat ketika mereka berhasil memetakan bongkahan es di bagian kutub yang ukurannya sangat luas. 

Metode Yang Di Tawarkan

Sudah banyak teori dan pendapat para ahli untuk melakukan terraforming terhadap planet ini, yang di antaranya ; membuat cermin raksasa di laur angkasa untuk memanaskan es yang terdapat di permukaan mars, dan ada beberapa ide gila lainnya yang berpendapat; untuk meningkatkan karbondioksida di permukaan Mars dengan cara mengarahkan banyak asteroid untuk menghantam permukaan planet tersebut, karna menurut para peneliti, asteroid mengandung banyak amonia yang dapat menghasilkan karbondioksida jika menghantam permukaan mars, sekaligus untuk mengangkat karbondioksida yang ada di dalam struktur tanah di mars.

Dan lagi-lagi sebuah ide gila dan nyeleneh datang dari Elon Musk yang mengatakan; untuk mengcairkan es dan membuat atmosfir di mars menjadi semakin tebal yaitu dengan cara menyiapkan dan membawa bom nuklir dari bumi, kemudian meledakkan semua bom tersebut di atas permukaan planet Mars. Memang terlihat nyeleneh, tapi menurut banyak pengamat, ide si Elon sangat masuk akal.

Pada dasarnya permukaan Mars butuh yang namanya kenaikan suhu dan temperatur, dengan begitu ,permukaannya planet merah tersebut dapat mencairkan es dan mengeluarkan gas yang terpendam di material tanah Mars. 

Terraforming Mars Jalan Buntu? 

Meskipun nantinya bongkahan es berhasil di cairkan, pembangunan pabrik penghasil gas rumah kaca beroperasi besar-besaran di sana, usaha penghijauan di lakukan, jika pun semua misi sudah berjalan, segala upaya di lakukan, namun beberapa masalah ini membuat misi terraforming tampaknya hanya sebuah jalan buntu. 

Inti Mars sudah tidak aktif, tanpa medan magnet mustahil bagi planet ini dapat mempertahankan atmosfer, di tambah hampir tak ada lempeng tektonik aktif pada pemukaannya, pada kondisi ini, sirkulasi karbon terhambat ; tidak ada satelit besar agar sumbu kemiringan tetap stabil dan pengaruh lain datang dari tidak adanya pasang surut air jika memang suatu hari air berhasil di adakan. Seperti yang kita tahu, jalur orbit Mars berbentuk elips memanjang, pada tahun-tahun tertentu, posisinya menjauh dari bumi, itu berarti ia juga terletak jauh dari matahari, hal ini berdampak pada keadaan iklim. Tidak ada gempa, gugusan gunung pun hampir mustahil terbentuk, ini penting untuk memecahkan arus atmosfer sehingga dapat menghasilkan curah hujan. Nah masalah serius lainnya juga hadir akibat asimetri kedua belahan planet ini, yang pada akhirnya daratan akan menumpuk di satu bagian, air pada bagian lain. 

Meskipun demikian, masalah ini tidak menurunkan ambisi para futuris untuk terus mencari cara demi mewujudkan impian tersebut, yang sudah sejak lama menjadi agenda penting sebagai tujuan rumah kedua. 

Kolonisasi Mars

Misi mengirim manusia ke objek luar angkasa sudah terjadi sejak lama, mulai dari pendaratan Astronot Nail Amstrong ke bulan menggunakan roket Apollo, pengiriman astronot ke ISS sampai pada ambisi seorang Elon Musk akan  mengirim jutaan manusia ke Mars secara bertahap sampai tahun 2050. 

Elon Musk tampaknya tidak bercanda soal ini, pasalnya berbagai riset telah ia lakukan untuk mewujudkan misi itu. Riset besar-besaran pembuatan starship adalah salah satu bukti bahwa Elon serius akan pernyataannya untuk memulai misi keberangkatan pertama yang akan di lakukan pada tahun 2024. 

1 Juta Manusia Penghuni Mars 

Menurut Elon, nantinya starship akan membawa manusia secara bertahap ke planet Mars, misi ini di mulai pada tahun 2024, dengan perhitungan jumlah penumpang 100 orang untuk sebuah starship, maka untuk mencapai target 1 juta manusia di tahun 2050, keberangkatan akan secara rutin dilaksanakan setiap minggunya. 

Rombongan pertama akan di luncurkan ke orbit Bumi menggunakan starship, selanjutnya mereka akan menunggu beberapa waktu sampai kedatangan roket yang membawa kargo dan isi ulang bahan bakar akan di lakukan di orbit. 

Setelah semuanya siap, rombongan ini akan berangkat dan melakukan pendaratan di Mars, hal pertama yang harus mereka kerjakan adalah mencari goa sebagai tempat tinggal sementara supaya aman dari tingginya tingkat radiasi, bersamaan dengan itu, mereka juga mempersiapkan berbagai keperluan penunjang hidup seperti alat untuk memproses air, bangunan tempat tinggal dan bercocok tanam sambil menunggu rombongan lain tiba. 

Sejauh yang di ketahui, kentang adalah sumber makanan utama dan telah terbukti melalui riset dapat tumbuh di tanah Mars. Jangan berpikir tanaman dapat di tanam begitu saja tanpa naungan. Mengingat keadaan disana terlalu ekstream, seperti cuaca ekstream, badai dan radiasi, banguan berbentuk dome adalah pilihan terbaik untuk semua aktivitas agricultur kehidupan manusia di Mars. 

Proses Terraforming 

Mimpi setiap penghuni Mars adalah dapat berjalan menikmati udara segar beserta pemandangan di rumah baru. Di bumi mereka dapat melakukan banyak hal di luar rumah, mencari tempat wisata, berkunjung ke taman, mendaki gunung atau hanya sekedar bersantai di pantai menikmati udara segar. Suasana itu pasti akan menjadi kerinduan tersendiri. 

Untuk menciptakan situasi itu, hal pertama yang harus di lakukan adalah merubah tekanan atmosfer supaya mirip dengan yg ada di bumi.  Bagaimana caranya? 

1. Membangun Fasilitas Penghasilan Co2

Di bumi, penghasil Co2 terbesar datang dari berbagai aktivitas industri, tapi nyatanya itu saja tidak cukup. Gunung berapi yang selama ini sering mendatangkan bencana, ternyata memiliki peran penting dalam menjaga tekanan atmosfir di bumi. Jutaan tahun lalu, ada ribuan gunung merapi aktif, letusannya memberikan kontribusi dalam meningkatkan karbon dan emisi gas rumah kaca. 

Di Mars, tidak ada gunung merapi aktif hampir tidak ada aktivitas tektonik disana, ini lah salah satu alasan planet ini mustahil dapat menyembuhkan atmosfer nya sendiri tanpa bantuan manusia. Karna itu fasilitas penghasil gas karbon akan di bangun di banyak tempat demi mempercepat proses tersebut. 

2. Mencairkan Es Di kutub 

Di bagian kutub, ada bongkahan es seukuran benua, menurut para ahli, mencairkan es di sana dapat menaikkan temperatur planet Mars, selain itu bisa di manfaatkan untuk berbagai keperluan sebagai penunjang kehidupan di planet Merah tersebut. 

3. Menyuplai oksigen

Ketika tekanan atmosfer mulai normal, proses selanjutnya adalah membuat pasokan oksigen dengan cara menanam banyak tumbuhan penghasil banyak oksigen. Mungkin tidak banyak tumbuhan di bumi dapat di tanam di pemukaan tanah Mars, namun para ilmuan telah melakukan upaya menciptakan tanaman yang dapat di tanam di lingkungan planet tetangga kita tersebut. 

Kata instan tidak berlaku  untuk proyek seukuran planet, perlu waktu lama, mungkin bukan mereka yang akan menikmati hasilnya, tapi generasi selanjutnya, satu bahkan dua generasi ke depan.  


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Langkah Terraforming Planet Mars Akan Di Mulai | Menundukan Alam Melalui Teknologi"

Post a Comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel