konten

Evolusi Artificial Intelligence : Quantum AI dan Revolusi generasi Society 6.0 | Era Digitalisasi Sumber Daya Alternatif

Quantum AI
Quantum AI
Atas dasar digitalisasi yang mulai massive dan terus bergerak maju ke level selanjutnya, level dimana segala bentuk aktivitas manusia akan sepenuhnya dilakukan di dalam sebuah ruang lingkup digital, mata uang pun secara perlahan bergeser ke dalam bentuk digital pula, sehingga sebagian besar mata uang yang ada sekarang lambat laun akan terconversi ke dalam nilai mata uang digital.

Tidak menutup kemungkinan, dalam beberapa tahun kedepan atau 10 tahun kedepan dunia ini hanya menggunakan satu mata uang digital sebagai alat transaksi yang sah. Pada level ini lah, akan muncul masalah baru yaitu keamanan cyber, ketika semua sistem digital masih terdapat kelemahan dalam proses adaptasi, revolusi teknologi pun akan masuk ke era baru dimana segala fasilitas, layanan infrastruktur dan lainnya sudah di gerakkan secara digital.

Ini akan menjadi awal baru, ketika dunia digital dan dunia  nyata sudah bukan lagi dua melainkan satu yang memiliki keterkaitan dan saling mengimbangi satu sama lain. Jika sekarang pertempuran dan perang cyber hanya akan berdampak pada dunia digital atau sebaliknya, ketika keduanya sudah manjadi bagian yang tak terpisah dari segala bentuk aktivitas, semua dampak dan efek yang sama pula akan dirasakan. Jadi jangan heran jika perang cyber dapat merusak berbagai macam fasilitas dan infrastuktur publik maupun kota.

Secara sistem setiap kota nantinya akan terkoneksi secara online dan realtime, segala aktivitas produksi nantinya akan diatur dan di penuhi oleh berbagai aktivitas robot yang akan bekerja siang dan malam, jika di lihat dari ketinggian segala bentuk aktivitas layaknya sebuah papan  komponen elektronik yang sedang bekerja  bergerak secara teratur dan periodik.

Kebutuhan alat berupa 3D printer akan menjadi kebutuhan primer pula ketika manusia ingin membangun sebuah konstruksi atau mengkostum berbagai alat sesuai keperluan, dan tidak lagi membeli produk massal karna setiap komponen akan sangat mudah di dapatkan sesuai keperluan costumasi.

Masa  ketika dunia sudah di atur oleh sistem tunggal dan di atur secara global, era dimana pahlawan-pahlawan cyber akan menjadi idola baru dalam menangani banyak kejahatan digital, misalnya menggagalkan aksi pengiriman virus digital pada suatu negara, dan masih banyak lagi yang lainnya. Ini tidak hanya ada dalam cerita-cerita fiksi, sejalan dengan evolusi digital dan AI, secara langsung atau tidak langsung semua aktivitas akan dipaksa untuk mengambil bagian tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, pandangan mengenai ras ,suku, dan agama nantinya hanya akan menjadi pandangan primitif masa lalu saja, seperti pada masa yunani, dimana dewa dan dewi adalah bentuk dari keagungan tertinggi, nyatanya pada era manusia sekarang, hal tersebut sedikit banyaknya hanya di pandang sebagai mitos, karna AI nantinya akan lebih jauh lagi mempercepat semua sistem dengan efisiensi berkecepatan tinggi. Pada tahapan ini lah evolusi manusia terjadi.

Manusia yang sebelumnya di kategorikan sebagai homo sapiens kemudian berevolusi menjadi manusia jenis baru yang di kenal dengan nama homo deus menurut pandangan harari, yang dimana untuk mengimbangi AI, manusia di paksa memaksimalkan kinerja otak mereka untuk mencapai ke tingkat efisiensi mendekati apa yang telah di ciptakan sebelumnya.

Untungnya manusia masih memiliki emosi untuk mengibangi mimpi buruk itu, ketika super AI sekali pun tidak dapat merasakan cinta dan kasih sayang. Alam semesta  dan hukumnya ini memang mudah untuk di pahami bagi dia yang menciptakan kita, tapi sebuah ketulusan memang sulit untuk dipaksakan, ketika sebuah robot di program untuk mencintai penciptanya, itu akan bertentangan dengan konsep cinta itu sendiri.

Kondisi ini selanjutnya akan membawa kita ke peradaban Society generasi ke 6.0. Kerjasama yang seimbang antara manusia dan super AI akan menghasilkan berbagai keuntungan, sehingga kita dapat memanipuasi berbagai jenis energy alternatif yang ada di alam semesta dan tidak lagi bertergantungan pada sumber daya alam yang semakin habis.

Segala bentuk explorasi pun di lakukan untuk mencukupi sumber daya yang semakin hari semakin menipis. Ada jutaan bahkan milyaran planet dan benda di luar sana yang menyimpan berbagai sumber daya yang pastinya dapat digunakan dalam periode waktu yang sangat lama, siapa yang tahu, mungkin saja ada sebuah planet yang isi keseluruhannya plotonimun, atau mineral lainnya yang dapat menunjang sumber daya yang di butuhkan untuk segala bentuk aktivitas otomatis. pertanyaannya bukan " apakah sumberdaya di bumi masih akan cukup nantinya untuk menunjang segala bentuk kehidupan yang sudah terotomatisasi", tapi lebih ke " bagaimana cara mendapatkan sumberdaya melimpah yang bisa di gunakan untuk kelangsungan peradaban". Bumi memang mampu menampung banyak orang, tapi tidak akan mampu menampung keserakahan.

Sehingga, jika tidak di atasi masalah kelangkaan sumberdaya untuk keperluan populasi dunia, masalah baru pasti akan terjadi, salah satunya chaos global yang pastinya akan menimbulkan masalah besar. Tidak ada yang menginginkan hal tersebut. Tapi itu lah salah satu pilihan di antara banyak pilihan untuk menyeimbangkan semuanya, mungkin bisa masuk dalam kategori pilihan terakhir. Mungkin sudah ada yang berfikir keterkaitannya dengan pandemi, tidak ada yang tahu TITIK.

Jauh lebih worth it dengan melakukan penambangan dan terraforming pada planet lain untuk mengatasi masalah populasi dan sumberdaya, AI lah yang yang pada akhirnya membantu mempercepat hal tersebut nantinya, tapi itu tidak semudah yang dibayangkan, jika masih banyak pertentangan, mungkin solusi untuk menyatukan penduduk bumi hanya dengan mendatangkan alien :), ini sama halnya ketika jaman dimana setiap orang membela mati matian ras, suku, dan agama, meskipun hanya kepentingan individual, untuk mengumpulkan lebih banyak orang , ya itu dengan mengatas namakan ,misalnya suku atau agama. Sekilas memang ini lucu, tapi secara logik cukup masuk akal, gak ribet lah seperti komunikasi dramatis di negara berflower.

Meskipun manusia sudah menemukan sumber energy alternatif, siklus alam dan masalah global warming akan menjadi masalah utama kedepannya. Semakin bertambahnya jumlah populasi lambat laun bumi pasti tidak akan mampu menampung jumlah ini, untuk mengindari chaos, tak ada alternatif lain selain membuat rumah baru untuk menampung jumlah populasi ke depannya. Misi terraforming menurut beberapa futuris adalah cara yang cukup aman untuk menghindari hal tersebut. " Percaya aja dengan konspirasi mas udi", banyak-banyak lagi membaca , cari informasi, dan lakukan analisa sendiri.

Super AI akan membantu proses terraforming yang prosesnya akan lebih cepat. Jika dulu manusia dapat di taklukkan oleh alam,  dengan teknologi AI, alam bisa di sesuaikan untuk kehidupan manusia. Pada tahap dimana mars berhasil di terraforming, itu langkah awal, sebuah landasan untuk melakukan terraforming-terafforming selanjut.

Quantum AI

Super AI sudah banyak mempelajari ilmu alam semesta , ada jutaan data, rumus, dan sebagainya sudah terekam disana, perjalanan antar planetpun sudah menjadi hal yang biasa, tapi masih banyak hal di luar sana yang belum terjelajahi karna masalah jarak dan waktu. Pada tahap ini lah Super AI akan berevolusi menjadi Quantum AI dengan triliunan data yang sudah di rekam dan di proses bertahun-tahun  , puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. 

Pada era Quantum AI, manipulasi jarak, waktu, dan gravitasi  akan sangat memungkin, faktanya untuk  teknologi manipulasi gravitasi sudah di kuasai oleh manusia pada masa sekarang, dengan cara membuat rotasi benda tetap berada pada sumbunya, maka akan timbul gaya gravitasi pada bagian luar benda tersebut, memanfaatkan ketapel gravitasi untuk menambah kecepatan pada spacecraf.  Fakta lainnya pendiri Amazon Jeff Bezos sudah memiliki rencana akan membuat sebuah koloni stasiun luar angkasa dengan cara memanipulasi gravitasi.

Sampai di tahap, dimana quantum AI, sudah sangat mandiri dalam mempelajari alam semesta, manipulasi jarak dan waktu pun akan sangat memungkinkan untuk di lakukan, yang memungkinkan perjalanan antar planet dan galaksi yang dimana perjalanan tersebut memakan waktu ribuan tahun dapat di lakukan dalam waktu yang singkat.

Apa yang tidak mungkin, jika suatu hari quantum AI dapat memindahkan kesadaran penuh manusia kedalam medium lain, misalnya saja ke dalam bentuk robot, ke dalam dunia digital, sehingga esensi kesadaran manusia dapat di pindahkan kedalam medium apapun. Memang terdengarnya seperti melawan kodrat.

Dengan teknologi maha dasyat ini, akan ada berbagai paradigma baru yang terbentuk.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Evolusi Artificial Intelligence : Quantum AI dan Revolusi generasi Society 6.0 | Era Digitalisasi Sumber Daya Alternatif"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel