konten

Pengalaman Menyeramkan SLEEP PARALYSIS | Nenek Tua Depan Perapian

SLEEP PARALYSIS BAGIAN II
Ini kelanjutan dari pengalaman sleep paralysis yang sebelumnya.

Setelah mengalami pengalaman pertama, satu harian gak ada semangat, rasanya benar-benar nyata,masih kepikiran.  Sekitar tiga minggu setelah mengalami pengalaman pertama, sebenarnya empat hari setelah pengalaman pertama, waktu tidur sekitar pukul 05.00 pagi, sempat ngalami sleep paralysis, tapi gak sampai mengalami mimpi buruk, kejadian nya pun hanya sebentar.

Tiga minggu setelah kejadian pertama, dan setelah kejadian yang ke dua kalinya, kejadian yang ketiga ini merupakan kejadian paling menakutkan selama mengalami sleep paralysis. Kenapa ?, semua yang dilihat benar-benar detail dan jelas, kejadian yang ini gak bisa lupa sampai sekarang. 

Waktu itu Sekitar jam 8 malam,ada teman yang kirim pesan ngajakin  keluar sambil ngopi,  karna waktu itu belum mandi , akhirnya setelah mandi ,baru pergi ngopi sekitar jam 10 malam, ngopi sambil nongkrong kira-kira 4 jam terus balik ke rumah udah subuh sekitar pukul 2 subuh. Karna kebutulan jaman itu lagi asik-asiknya main coc, jadi sampai di rumah gak langsung tidur, duduk dulu main coc di ruang tengah sambil baring-baring dikasur. Padahal mata udah ngantuk, tapi masih di paksa , maklum ( lagi nunggu pasukan coc), 

Baring sambil pegang hp, akhirnya ketiduran. Gak lama kemudian ,saya tiba-tiba sadar dan  melotot ke arah dapur, badan kaku, yang anehnya perasaan takut waktu itu luar biasa , padahal gak ada terjadi apa-apa, Mimpi aneh gak ada , apalagi sampai liat yang aneh-aneh. Cuma gak tahu ngapa, nafas udah kaya orang lagi di kejar, berat, sesak luar biasa. Setelah beberapa menit melotot ke arah dapur, bagian kaki udah mulai terasa dingin, karna kebetulan kaki sebelah kiri bagian betis sampai telapak kaki bersentuhan dengan lantai.  Dalam pikiran saya, kemungkinan bagian kaki udah mulai bangun dan ikutan sadar, jadi saya berusaha buat gerakin kaki, beberapa saat kemudian, kaki mulai terangkat dan terus saya paksa untuk bergerak ,akhirnya kaki bagian kiri sadar sepenuhnya, saya hentakkan keras-keras kelantai. Pada saat itu juga tanpa pikir panjang, ambil ancang-ancang langsung lari ke arah kamar, pintu saya kunci, lampu kamar 3 buah neon warna warni saya nyalakan semua. 

Saat itu udah gak mikir haus, saya langsung ke tempat tidur , tarik selimut. Waktu mau lihat hp, rupanya hp ketinggalan di ruang tengah, saya berfikir " mending langsung tidur, malas mau keluar kamar". Disini saya udah gak ingat pukul berapa saya masuk kamar, dan pukul berapa saya kembali tidur. 

Pas lagi dikamar , baru mejamkan mata , tiba- tiba posisi udah ada di pojok bagian ruang tengah, dalam keadaan berdiri. Keadaan rumah berubah total, ruangan rumah terasa luas, tapi bentuk rumah masih sama , hanya bagian dapur yang gak ada, di sekitar rumah yang terlihat dari jendela hanya rawa-rawa dengan beberapa buah batu besar. Pas jalan kearah dapur yang udah gak ada, rupanya lantai rumah udah  berada kira-kira 2 meter di atas tanah. 

Saya memutuskan untuk masuk ke ruangan samping kamar, tepat di depan ruangan tersebut, saya melihat lubang besar di dinding, terus ada bias cahaya api redup. Awalnya saya gak berani masuk, tapi akhirnya saya memberanikan diri buat ngecek dibagian dalam lubang.  Rupanya lubang tersebut ada dua, posisi sejajar,  tembusnya ke arah ruang depan. Jadi ada maksudnya gini , ruangan pertama ada lubang di dinding , kalau di lewati tembusnya ke kamar saya, dan di kamar saya ada lubang lagi ke arah ruang depan , tapi posisi kedua lubangnya sejajar, saya bisa liat ruangan depan dari lubang pertama.

Waktu liat ke arah lubang, ada cahaya api remang-remang, dan lantai ruangan kamar saya pun sudah bukan semen lagi yang saya lihat, rungan kamar sampai ruangan depan ,lantainya semacam bambu dibelah. Pas lagi liat ke arah lubang, tiba-tiba di ruang depan ada yang lewat bawa periuk. Jalannya lambat, tapi masih belum jelas wajah dengan bagian kulitnya, hanya yang terlihat cuma, orang tua perempuan pakai sarung bawa periuk. Waktu liat itu, Udah mulai panik , akhirnya mikir lagi mau jalan ke arah ruangan depan. 

Saya pun akhirnya keluar dari ruangan pertama ke arah ruangan tengah, sampai di ruangan tengah , dinding kamar dengan pintu berubah jadi dinding bambu, dari celah-celah dinding ,bisa kelihatan ruangan kamar dengan ruangan depan. Yang saya lihat pada saat itu , orang tua yang tadi saya lihat sudah duduk di depan perapian, terlihat juga ada anak kecil di samping orang tua tersebut. 

Pada saat itu saya belum sadar, kalau saya lagi mimpi, soalnya yang saya lihat benar-benar detail,  terlihat dengan jelas. Saya juga pada kejadian tersebut gak ingat kalau sebelumnya saya di tempat tidur. Gak lama kemudian tiba-tiba ada orang yang nepuk bagian pundak, pas noleh , ternyata seorang perempuan dengan rambut bergelombang, pakai rok selutut warna jeans, bajunya gak terlalu jelas, hanya ingat warna bajunya putih abu-abu. tapi masalahnya saya gak kenal dengan perempuan yang nepuk pundak saya tersebut. Tiba-tiba perempuan tersebut pegang tangan kiri dengan pundak bagian kanan saya ,sambil bertanya " ngapain kesini" , saat itu juga saya perlahan ingat sebelum kejadian itu, saya berada di kamar. 

Yang anehnya saat perempuan itu ngomong ,orang tua dengan anak kecil didepan perapian gak sadar tanpa reaksi sama sekali, seolah-olah gak tahu kalau ada orang lain di sekitar mereka. orang tua itu hanya fokus dengan periuk yang ada di atas tungku.  

Saat perempuan yang bersama dengan saya ngomong panjang lebar, saya sendiri gak tahu apa yang di omongkan , dia hanya ngomong sendiri, di saat itu saya sudah setengah sadar kalau yang saya alami cuma mimpi. Tiba-tiba saat saya hanya fokus melihat perempuan tersebut, bagian belakang saya rasa ada sentuhan kasur, perlahan saya pun sadar sedang baring di atas tempat tidur, tapi anehnya saya  sendiri gak bisa buka mata, dan suara perempuan barusan masih sedikit sedikit kedengaran.

Gak lama kemudian, saya kembali lagi sepenuhnya kedalam mimpi. Dan berada di posisi  di awal saya bermimpi, saat itu saya sudah sadar kalau kejadian yang dialami hanya mimpi. Perempuan yang ngomong ,yang saya sendiri gak tahu apa yang dia omongkan , dia menarik tangan saya, membawa saya berjalan ke  ruangan pertama saat saya melihat lubang di dinding. disitu saya mulai buat sebuah sugesti yang dimana pada saat mengalami sleep paralysis pertama kali, hal tersebut juga saya lakukan. Berkali kali saya mengucapkan di dalam hati " semoga mimpi" , akhirnya setelah puluhan kali mengucapkan hal tersebut, saya berhasil bangun.

Beberapa hari setelah mengalami kejadian tersebut, saya memutus-kan untuk menghubungi orang tua di kampung. Pada saat pulang kampung, saya disarankan oleh salah satu orang pintar, untuk menyelipkan paku yang sudah di berikan baca-bacaan di bawah bantal saat tidur. 

Mungkin ada yang bertanya,"berhasilkah" jawabannya berhasil, tapi ada tapinya saat pindah kontrakan, paku tersebut hilang.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Pengalaman Menyeramkan SLEEP PARALYSIS | Nenek Tua Depan Perapian"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel