konten

JENIS-JENIS MESIN ROCKET DAN CARA KERJANYA | Indonesia Amateur Rocketry


ROCKET ENGINE
Untuk memahami rocket , banyak hal yang harus diperlajari, mulai dari material bahan bakar dan mesin pendorong rocket itu sendiri. Pada dasarnya gaya yang di hasilkan oleh rocket menerapkan prinsip hukum newton . 

Untuk bahan bakar rocket sendiri terdapat dua jenis bahan bakar ,yaitu bahan bakar pada atau biasa di sebut solid propelant, dan bahan bakar cair atau biasa di sebut liquid propelant . Satu jenis propelant terdiri dari fuel dan oxidizer, jika kedua nya di satukan maka saat proses pembakaran, akan menimbulkan gaya dorong yang di hasilkan oleh motor rocket. Gaya dorong yang di keluarkan merupakan hasil dari persamaan reaksi antara fuel dan oxidizier.

Artikel Terkait Tentang Roket :
• Ion Thruster Dan Cara Kerjanya | Roket Propulsi
• Fakta Menarik Perkembangan Roket
• Tahapan Pembuatan Roket Booster Nasa
• Mengenal Starlink Internet Kecepatan Tinggi 40.000 Satelit
• Sejarah Menarik Space Shuttle

Dalam kasus ini , oxidizer sendiri berperan sebagai pereaksi yang memberikan reaksi pada bahan bakar sehingga, proses reaksi tersebut menghasil kan gaya dorong pada rocket.

Sebuah mesin rocket dibuat dan di desain berdasarkan jenis bahan bakar yang di gunakan . Dalam hal ini mesin rocket di bagi menjadi 3 jenis yaitu solid engine atau dikenal dengan motor rocket, liquid engine dan hibrid engine.

1. Solid Rocket engine
Solid engine dikenal sebagai motor rocker. Jenis ini biasanya sering digunakan nasa sebagai booster untuk meluncurkan pesawat ulang alik keluar dari orbit bumi. 
Jenis solid engine biasa juga sering di gunakan sebagai pendorong rudal balistik atau dikenal sebagai icbm dan rudal-rudal militer. Desain motor rocket propelant padat di sesuaikan untuk mendukung   komposisi dari propelant itu sendiri. Selain itu motor rocket juga di desain agar mampu menahan gaya yang dihasilkan saat pembakaran dilakukan, yang dimana saat awal pembakaran akan menimbulkan ledakan dan gelombang kejut.

Pada Saat pembakaran terjadi,throttle pada motor rocket tidak dapat di atur , jadi rocket baru bisa  melambat saat proses pembakaran berhenti .jenis solid engine merupa kan unthrottleable, karna kecepetan pembakarannya tidak dapat di atur selain harus menunggu proses pembakaran selesai. 

Pembakaran pada solid engine di mulai dari atas, ini di lakukan agar thrust awal yang dihasilkan juga besar. Jalan nya proses pembakaran akan mengarah ke bagian tepi motor rocket.

Kelebihan dari solid engine sendiri terdapat pada gaya dorong nya . Gaya dorong atau thrust yang di hasilkan sangat besar dari jenis engine yang lainnya, oleh sebab itu engine ini sering digunakan karna  alasan tenaganya yang strong pada saat rocket melakukan liftop.

2. Liquid Rocket engine
pada dasarnya, cara kerja pada mesin rocket yang satu ini sama persis dengan mesin jet pada umum , yang dimana siklus pembakaran nya di awali dari intake ➡kompresi ➡ekspansi ➡exhaust. Yang membedakannya adalah, propelant rocket sendiri saat di ruang hampa dapat dilakukan proses pembakaran, karna propelant rocket sudah di lengkapi dengan oksigen, sedangkan jet ,model bahan bakar nya tunggal , yang hanya terjadi pembakaran jika memperoleh oksigen dari udara yang masuk ke mesin. 
Selain itu yang membedakan keduanya yaitu siklus pembakaran yang terjadi, jika pada rocket , proses intake selalu dimulai pada bagian tangki fuel dan oxidizer, proses kompresi di lakukan menggunakan pump (pompa jenis kompresor), selain itu mesin pada rocket cair juga tidak menggunakan kompresi axial yang pada umumnya terdapat pada mesin turbo jet, melain kan desainnya sendiri seperti kompresor sentrifugal dan menggunakan imPELLER sebagai pengkompresinya, kalau jet sendiri menggunakan blade sebagai pengkompresi.

Kelebihan menggunakan mesin rocket propelant cair salah satunya, propelant cair yang bersuhu minus dapat dijadikan heat exchanges ( untuk memindahkan panas),   pada nozzle rocket, yang biasanya terdapat pipa kecil yang melingkar di seluruh body nozzle. Heat exchanges sendiri berfungsi untuk mendinginkan nozzle rocket dengan mengalirkan propelant cair melalui pipa yang melingkar dk bagian luar nozzle.

Kelebihan lainnya, jenis liquid rocket engine termasuk engine dengan kategori throttleable, karna sepanjang proses pembakaran terjadi, kecepatan rocket dapat di atur, dan mudah untuk di kendalikan.

Siklus pembakaran pada mesin rocket liquid propelant sendiri memiliki 2 siklus ,yaitu siklus terbuka dan siklus tertutup  (topping cycle). Perbedaan antar keduanya yaitu pada performa nilai spesific impulsnya. Pada sikus tertutup, performa yang di hasilkan bisa lebih dari 5% dari pada siklus terbuka

Mesin liquid engine juga memiliki route siklus yang di bagi menjadi tiga ,yaitu gas generator cycle, combustion cycle dan expander cycle.

3. Hybrid rocket engine
Hybrid motor rocket merupakan gabungan proses pembakaran pada liquid engine dan solid engine. Hybrid engine, propelant nya sendiri berbentuk padat dan cair, yang dimana fuelnya berbentuk padat sedang kan oxidizernya berbentuk cair. 
Jika siklus pada mesin liquid engine intake di mulai dari tangki fuel dan oxidizer, maka mesin jenis hybrid, intake dimulai dari tangki oxidizer, yang dimana oxidizer di pompa menuju ke arah fuel, dan setelah oxidizer memasuki area fuel ,proses pembakaran sama persis dengan solid engine.

Jadi lebih tempatnya , yang membedakan ketiga engine rocket ini yaitu siklus pembakara dan bentuk serta jenis propelant yang digunakan pada setiap jenis rocket engine.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "JENIS-JENIS MESIN ROCKET DAN CARA KERJANYA | Indonesia Amateur Rocketry"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel