konten

Novel The Quantum Life, Pararel Dimensi Mimpi

Oleh : Yura Hengky

#4
sesudah makan malam aku masih memikirkan keadaan wanita hamil itu ,dengan raut wajah sedih aku mengatakan kepada ayah ""... ayah ,hari ini aku lah orang yang disana yang menelfon ambulan untuk menolong wanita itu...""ayah menjawab dengan santai dan tersenyum tanpa merasa kaget dengan apa yang ku sampaikan ""... ayah tahu , itu sebab nya ayah berada disini untuk makan malam bersamamu, sekarang pergi lah tidur..""", saat itu aku tidak mengerti apa yang ayah sampaikan . Sementara ayah duduk di sofa sambil menonton tv  aku langsung berjalan menuju kamar, di atas tempat tidur aku terus membayangkan wajah wanita itu, dengan segala kesedihan yang telah dia alami hari ini begitu berat beban yang akan dia tanggung. Malam yang penuh dengan dilema, sampai aku teringat dengan surat yang hari ini ku terima,karna sudah tidak mampu menahan kantuk, aku putus kan untuk memberikannya pada ayah pada pagi hari.

cahaya ,yang ku lihat hanya cahaya putih dan tiba-tiba aku berada di sebuah jalan lurus yang gelap dengan sedikit cahaya bulan, sepanjang jalan terdapat banyak rumah seperti tanpa penghuni dan di tumbuhi rumput tinggi, aku berjalan menelusuri jalan sambil melirik kanan kiri, aneh nya aku merasa tidak asing dengan jalan tersebut hanya saja aku tidak pernah melihat rumah dengan bangunan seperti itu sebelumnya. aku terus berjalan, seketika di kejauhan aku melihat sebuah rumah yang terdapat sumber cahaya, perlahan aku menuju ke arah rumah tesebut , di kejauhan aku mendengar suara dari rumah tersebut yang memanggil nama ku ""...Hannah...Hannah bangun bantu ibu menyiapkan sarapan pagi..."", seketika itu juga aku sangat bingung , gelisah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Untuk memenuhi rasa penasaran aku berlari ke arah rumah itu dan berhenti tepat tidak jauh dari jendela , aku melihat ibu yang sedang duduk di depan sebuah meja makan sambil meneteskan air mata dan perlahan berkata ""....aku akan selalu menjaga dan merawat nya dengan kasih sayang..."". di saat itu juga aku terjatuh berlutut dengan tangisan yang menjadi jadi.

Tak tahan dengan keadaan saat itu ,aku bergegas lari meninggalkan tempat yang dimana baru saja aku melihat ibu, sambil meneteskan air mata aku terus berlari dengan kencang sampai akhirnya aku melihat ayah dengan kedua tangannya memegangi pipi ku dan bertanya " mimpi buruk lagi ?", dengan tegang aku menjawab "aku takut", aku memeluk ayah sambil menangis ,ayah kembali berkata " hanya mimpi , terkadang mimpi buruk dapat mengajarkan kita menjadi lebih baik, sudah jangan menangis,kembali lah tidur !", aku melepaskan pelukan dan kembali berbaring. sesaat aku masih terdiam untuk memikir kan apa maksud dari mimpi itu, aku sangat rindu ibu Itu lah yang kurasakan .

 Alarm tiba-tiba berbunyi, aku keluar dari kamar untuk mengambil segelas air, setelah minum aku baru sadar saat melihat keluar rumah ternyata masih gelap, aku yakin ayah yang menyetel alarm semalam sampai-sampai alarm berbunyi lebih awal dari biasanya. Dengan segelas air di tangan aku keluar rumah dan berdiri di teras sambil menikmati suasana. Beberapa saat kemudian terlihat samar-samar seorang wanita dengan pakaian serba hitam keluar dari rumah wanita hamil yang kemarin ku tolong, ketika itu muncul kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyanaan "ada apa dengan wanita hamil itu, dan siapa wanita berpakaian serba hitam itu, apa kah saudaranya ?",

 Dengan terus memikirkan hal itu ,aku kembali masuk ke dalam rumah, dan terdengar alarm kembali berbunyi dari kamar ayah, saat itu juga aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, anehnya bunyi alarm dari kamar ayah tidak juga berhenti setelah terus menerus berbunyi, aku mulai merasa terganggu dengan suara alarm itu ,sampai akhirnya aku memutuskan untuk membangunkan ayah sambil mematikan alarm yang terus berbunyi. saat berada di depan kamar ayah ,beberapa kali mengetuk dan memanggil ayah, seperti nya tak ada tanda-tanda kalau ayah akan bangun sementara suara alarm begitu nyaring, aku masuk kedalam kamar ayah ternyata yang ku dapat tempat tidur dengan bantal dan selimut yang sudah tersusun rapi dengan alarm yang terus berdering di meja samping tempat tidur. sambil menatap ke arah alarm aku mengambil alarm itu dan mematikan nya....
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Novel The Quantum Life, Pararel Dimensi Mimpi"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel