konten

Novel Online Quantum Life bagian 3

Oleh : Yura Hengky

#3
Beberapa saat kemudian ambulan pun datang, 3 petugas medis berlari ke arah kami untuk memberikan pertolongan kepada wanita itu dan segera membawa nya ke dalam ambulan, yang ku lakukan pada saat itu hanya terdiam dan terus menatap wajah sang wanita saat di bawa oleh petugas. seorang petugas tiba- tiba menghampiri ku dan bertanya.." maaf, apakah anda keluarga nya ?"... jawab ku sambil terus melihat wajah sang wanita ... "" eeee.... bukan , aku hanya tetangganya, beliau tinggal bersama suaminya ,saat ini suaminya sedang tidak berada di rumah.."" Petugas itu tanpa bertanya lagi dan langsung pergi masuk ke dalam ambulan. Setelah kejadian itu aku kembali berjalan menuju rumah , tepat di depan rumah ada seorang pria tua bertongkat mengenakan jas abu-abu yang terus mengetuk pintu, melihat itu aku berjalan ke arah pria itu sambil tersenyum dan bertanya "".. permisi, ada yang bisa ku bantu.."" pria itu menjawab sambil menoleh ke arah ku  dan tersenyum ""...ohhh, aku pikir seseorang sedang berada di rumah, ada surat yang di tujukan untuk alamat rumah ini , saat berjalan kembali ke rumah seseorang menitip kan surat ini ..""tanpa memikirkan lagi apa yang sebenarnya terjadi , dengan senyum aku menjawab""...terimakasih banyak,sepertinya anda terlihat lelah , mari mampir untuk beristirahat sebentar..."" pria tua itu tersenyum dan menerima ajakan ku. di kursi teras rumah kami berdua mengobrol hingga menjelang sore, di situ aku menawarkan bantuan untuk mengantar pria tua itu kembali kerumahnya, tapi beliau menolak nya dengan ramah sambil melontarkan sebuah lelucon ""... kedua kaki ku memang sudah sangat berat untuk melangkah, tapi lihat sekarang aku memiliki 3 kaki (tongkat), pelari handal saja bisa ku kalah kan,karna mereka hanya memiliki 2 kaki...."" saat itu aku menahan tawa dan berkata ""...ohhhh..." tapi akhirnya tawa ku benar-benar lepas. 

pria tua itu berterimakasih lalu berjalan kembali ke rumahnya, saat dia melangkahkan kakinya dengan bantuan tongkat aku masih ingat akan lelucon nya yang membuat ku menggelengkan kepala ,lalu kembali masuk kedalam rumah, menoleh ke arah luar untuk menutup pintu, aku terkejut karena pria tua itu sudah tidak terlihat...dengan reflek  aku menggelengkan kepala. malam ini aku mempersiapkan makan malam, karna aku tahu ayah akan kembali dan makan malam bersama di rumah. 

Hingga jarum jam menunjuk pukul 7 malam, ayah belum juga kembali, aku kembali di buat menunggu ,tapi tak masalah ku gunakan waktu menunggu ayah sambil duduk menonton tv sampai akhirnya aku tertidur di atas sofa,  aku bermimpi berada di sebuah rumah sambil berkeliling menyusuri setiap ruangan di rumah itu, yang ku rasakan aku tidak asing dengan rumah tersebut sampai di sebuah lorong dari kejauhan aku melihat seorang wanita paruh baya merapikan baju di depan sebuah lemari ,perlahan aku mendekat mengarah ke wanita itu dan pada akhirnya aku terbangun karna seseorang terus menerus mengetuk pintu rumah ,saat aku membukakan pintu,  ku temui ayah yang berdiri dan tersenyum ke arahku, dengan sedikit kesal aku bertanya ""...ayah kemana saja, ayah membuat ku menunggu seharian....dari tadi aku menunggu ayah untuk makan malam,semuanya sudah ku siapkan, tapi nyata nya ayah baru pulang sekarang...."" ayah menjawab sambil tersenyum ""....ayah harus mengerjakan sesuatu , jadi terburu-buru tanpa memberi tahu mu ,ayah minta maaf..."" sambil memegang kedua bahuku ayah tersenyum dan berkata .."" ayah berjanji tidak akan membuat mu menunggu lagi ...""". saat di meja makan aku ingat akan kejadian tadi siang, aku bertanya pada ayah ""... apa ayah tahu apa yang terjadi hari ini disini ?..."" jawab ayah ""... tentu saja ayah tahu, ayah sangat sedih mendengar kejadian itu , suaminya meninggal saat hendak di bawa ke rumah sakit karena penyakit yang beliau derita, sekarang istrinya juga berada di rumah sakit dan akan melahirkan....""yang ku lakukan hanya diam, dengan perasaan sedikit bingung saat ayah menyampaikan informasi itu dan akhir ku lontarkan sebuah pertanyaan kepada ayah "...dari mana ayah tahu apa yang terjadi hari ini ?.."ayah kembali tersenyum dan menjawab.."ayah tak perlu berada disini untuk mengetahui apa yang terjadi,sesorang memberitakan kepada ayah apa yang terjadi dan apa yang sudah anakku lakukan untuk menolong wanita itu..".aku tak bisa lagi berkata apa-apa, dan meneruskan makan malam bersama ayah hingga selesai....
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Response to "Novel Online Quantum Life bagian 3"

Post a comment

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel